Modernisasi Militer era Presiden Pak Prabowo

  • 20 Jul 2026 12:26 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Alutsista adalah singkatan dari Alat Utama Sistem Senjata, yang merujuk pada seluruh peralatan utama yang digunakan oleh Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk mendukung operasi militer dan pertahanan negara, mencakup senjata, kendaraan tempur, pesawat, kapal, hingga alat komunikasi dan perang elektronika.

Berikut alutsista terbaru dan sudah resmi memperkuat jajaran TNI juga sudah parkir di markas masing-masing matra. Kehadiran tiga alutsista ini menandakan pergeseran strategi kita ke teknologi yang jauh lebih modern.

1. KRI Brawijaya 320 dari Italia

Pertama, kita harus kasih tepuk tangan buat TNI Angkatan Laut. Pada awal September 2025, armada laut kita kedatangan tamu agung dari Italia, yaitu KRI Brawijaya 320. Kapal fregat modern ini bukan kapal sembarangan, lho.

KRI Brawijaya 320 digadang-gadang sebagai kapal kombatan tercanggih yang dimiliki Indonesia saat ini. Kenapa bisa dibilang gitu? Karena kapal ini sudah dilengkapi dengan radar multifungsi yang super sensitif, Rudal Aster 30 yang mematikan, serta sistem peperangan elektronik yang sudah berstandar NATO. Kebayang kan canggihnya? Kapal ini sekarang ditugaskan untuk memperkuat Koarmada 2. Jadi, buat siapa saja yang coba-coba mengganggu kedaulatan laut kita, siap-siap saja berhadapan dengan si monster laut satu ini.

2. Rudal Balistik Khan dari Turki

Lanjut ke matra darat. Ada kabar gembira dari Kalimantan Timur, tepatnya di Yonarmed 18 Tenggarong. Pada Agustus 2025, satuan ini resmi menerima sistem rudal taktis balistik bernama Khan (Khan Tactical Ballistic Missile).

Rudal canggih buatan Turki ini punya kemampuan yang nggak main-main. Dengan jangkauan tembak hingga 280 km, Khan menjadi rudal balistik modern pertama yang ada di kawasan Asia Tenggara. Kehadiran alutsista TNI yang satu ini jelas meningkatkan daya tangkal (deterrent effect) kita. Kemampuannya melakukan serangan presisi tinggi bikin TNI AD makin disegani. Ini adalah pesan tegas bahwa kita siap menghadapi ancaman eksternal apapun bentuknya.

3. Rudal Anka-S dari Turki

Masih dari Turki, kita juga kedatangan teknologi nirawak alias drone. Unit pertama Drone Anka-S telah mendarat mulus di Lanud Supadio, Pontianak, dan langsung diintegrasikan dengan Skadron Udara 52 TNI AU.

Drone Anka ini bukan drone mainan yang biasa kita lihat di taman ya, Sobat Panara. Dia mampu terbang non-stop selama 30 jam di ketinggian 30 ribu kaki! Dilengkapi dengan sensor elektro-optik dan radar canggih. Rencananya, Drone Anka akan diposisikan di titik-titik krusial seperti Natuna dan Kalimantan Barat. Tujuannya jelas, yaitu untuk memperkuat pengawasan dan menjaga setiap jengkal kedaulatan udara di wilayah perbatasan agar tidak ada yang lolos dari pantauan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....