BNNP Jatim dan LAN Surabaya Ajak Pelajar Perangi Narkoba

  • 16 Jul 2026 12:36 WIB
  •  Surabaya
Poin Utama
  • BNN Jawa Timur dan Lembaga Anti Narkotika Surabaya melakukan sosialisasi pencegahan narkoba kepada peserta MPLS 2026 di SMA Negeri 1 Surabaya pada 16 Juli 2026.
  • Jenis narkoba berkembang pesat tidak hanya ganja dan sabu, tetapi juga mencakup gas nitrous oxide (gas ketawa) dan vape yang mengandung etomidate yang dapat menghilangkan kesadaran hingga berhenti napas.
  • Pencegahan narkoba harus menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat dengan menekankan ketahanan diri sebagai benteng utama generasi muda.

RRI.CO.ID, Surabaya - Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Jawa Timur mengingatkan para pelajar agar tidak pernah mencoba narkoba dalam bentuk apa pun. Edukasi tersebut disampaikan kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) 2026 sebagai upaya membangun ketahanan diri generasi muda dari ancaman penyalahgunaan narkotika.

Edukasi tersebut disampaikan BNNP Jatim bersama Lembaga Anti Narkotika (LAN) Surabaya saat melakukan sosialisasi ke peserta MPLS di Aula SMA Negeri 1 Surabaya pada hari Kamis 16 Juli 2026. Acara tersebut juga di dukung oleh OSIS SMAN 1 Surabaya dan pihak guru.

Salah satu pembicara, Ardeta Surya Asmara, SH, LLM, yang juga selaku Penelaah Teknis Kebijakan BNNP Jatim menjelaskan, peredaran narkoba saat ini semakin berkembang dengan berbagai modus dan jenis baru yang menyasar kalangan remaja. “Jenis narkoba saat ini tidak hanya ganja, sabu, nelainkan telah berkembang menjadi berbagai variasi,” ujar Ardeta.

Ia menjelaskan selain ganja, sabu, dan ekstasi, saat ini juga marak penyalahgunaan obat-obatan tertentu, seperti gas nitrous oxide atau “gas ketawa”, hingga vape yang mengandung etomidate. “Terbaru ada gas ketawa dan zat etomidate pada liquid vape. Itu dapat menghilangkan kesadaran drastis hingga berhenti napas,” ucapnya.

BNNP Jatim juga menekankan bahwa ketahanan diri menjadi benteng utama bagi pelajar agar tidak mudah terpengaruh ajakan menggunakan narkoba. Selain itu peran orang tua dan guru sangat penting bagi siswa SMA yang dimana telah memasuki masa remaja agar mendapatkan arahan untuk menjauhi narkoba.

Sementara itu, Ketua Lembaga Anti Narkotika (LAN) Surabaya Antonius Mardiyanto S.Han, juga menjelaskan hal serupa bahwa pencegahan harus menjadi tanggung jawab bersama antara keluarga, sekolah, pemerintah, dan masyarakat. “Ini menurut saya edukasi sejak masa MPLS adalah langkah strategis untuk membentengi anak dari bahaya narkoba,” ujarnya.

Selain itu perwakilan siswa yang juga merupakan Ketua OSIS SMAN 1 Surabaya Almira Eva Alexandra mengungkapkan dari adanya sosialisasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran siswa dan dapat mengantisipasi secara mandiri dari bahaya narkoba. “Kami berterima-kasih sekali dengan BNNP Jatim, harapannya teman-teman bisa menjauhi narkoba secara mandiri kedepannya,” ucap Almira.

Pihak SMAN 1 Surabaya juga berkomitmen memberikan paparan materi terkait bahaya narkoba, ditandai dengan dilakukannya Deklarasi Anti Rokok dan Narkoba yang dilakukan para siswa untuk menolak penggunaan rokok konvensional, rokok elektrik (vape), dan narkoba di lingkungan sekolah maupun luar sekolah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....