Di Balik Kemudahan Media Sosial, Interaksi Langsung Tetap Dibutuhkan

  • 16 Jul 2026 14:20 WIB
  •  Semarang
Poin Utama
  • Pengguna media sosial mengakui pentingnya mengurangi penggunaan ponsel saat berkumpul untuk menjaga kualitas interaksi langsung dan kedekatan dengan orang lain.
  • Komunikasi digital tidak dapat sepenuhnya menggantikan interaksi tatap muka yang melibatkan ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan respons emosional.

RRI.CO.ID, Semarang – Media sosial telah menjadi bagian dari aktivitas sehari-hari masyarakat, mulai dari berkomunikasi hingga mencari informasi dan hiburan. Meski memberikan banyak kemudahan, pengguna media sosial tetap membatasi penggunaan gawai agar interaksi langsung dengan orang sekitar tetap terjaga.

Salah seorang pengguna media sosial di Semarang, Alya Khairul Nisa, mengaku hampir setiap hari menggunakan Instagram, WhatsApp, dan TikTok. Platform tersebut dimanfaatkannya untuk berkomunikasi, memperoleh informasi, sekaligus mengisi waktu luang.

Meski aktif menggunakan media sosial, Alya menilai kebiasaan menggunakan ponsel saat berkumpul bersama orang lain sebaiknya dikurangi. Menurutnya, komunikasi secara langsung tetap penting untuk menjaga kedekatan antarsesama.

Ia mengatakan media sosial sangat membantu dirinya yang sedang merantau untuk tetap terhubung dengan keluarga. Namun, hubungan yang lebih erat tetap dibangun melalui interaksi secara langsung ketika memiliki kesempatan bertemu.

"Kalau sedang berkumpul, sebaiknya penggunaan ponsel dikurangi. Bisa lebih banyak mengobrol," ujarnya kepada RRI, Kamis, 16 Juli 2026.

Sementara itu, mahasiswa Psikologi, Musdar Refi, berpendapat, penggunaan media sosial yang berlebihan berpotensi mengurangi kualitas interaksi tatap muka. Kondisi tersebut terjadi karena banyak orang lebih memilih berkomunikasi melalui gawai dibandingkan berbincang secara langsung.

Menurut Musdar, komunikasi digital memang menawarkan kemudahan dan kecepatan. Namun, media sosial tidak dapat sepenuhnya menggantikan interaksi langsung yang melibatkan ekspresi wajah, bahasa tubuh, dan respons emosional.

"Interaksi tatap muka tetap penting karena melibatkan ekspresi wajah, bahasa tubuh, serta respons emosional seseorang. Komunikasi digital tidak mampu sepenuhnya menggantikan kedekatan emosional yang terbangun melalui pertemuan secara langsung dengan orang lain," katanya.

Ia mengimbau masyarakat menggunakan media sosial secara bijak dengan mengatur durasi penggunaan setiap hari. Dengan begitu, manfaat media sosial tetap dapat dirasakan tanpa mengurangi kualitas hubungan sosial di kehidupan nyata. (Mg, lulu)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....