Apa itu "Perisai Trisula Nusantara" ?

  • 16 Jul 2026 08:34 WIB
  •  Ternate

RRI.CO.ID, Ternate - Perisai Trisula Nusantara adalah doktrin dan kebijakan pertahanan terpadu Indonesia yang dirancang untuk mengintegrasikan kekuatan tiga matra TNI (Darat, Laut, dan Udara). Disahkan oleh Panglima TNI pada awal Juli 2026, doktrin ini dibuat agar TNI lebih adaptif menghadapi ancaman perang modern yang melibatkan siber, rudal jarak jauh, hingga drone.

Kebijakan ini menjadi pembaruan besar dari doktrin sebelumnya (Tridek) dengan menekankan sinergi, modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista), dan kesiapan menghadapi teknologi peperangan masa kini.

Implementasi doktrin Perisai Trisula Nusantara bertumpu pada modernisasi alutsista strategis dan transformasi sistem operasi non-fisik (siber). Program ini bertujuan menyatukan seluruh aset militer agar dapat saling "berbicara" dan berbagi data secara langsung di medan tempur.

Berikut adalah poin-poin utama dari modernisasi alutsista dan sistem operasi siber yang mendukung doktrin tersebut :

    • 1. Modernisasi Alutsista Tiga Matra
      Pemerintah melalui Kementerian Pertahanan berfokus pada pengadaan senjata presisi, sistem pemantau jarak jauh, serta armada tempur canggih:
      • Udara: Indonesia mempercepat akuisisi jet tempur generasi terbaru seperti Rafale buatan Prancis, pengadaan armada helikopter H225M, serta pemasangan 25 unit radar pertahanan udara baru.
      • Laut: Kehadiran KRI Brawijaya-320 (kapal fregat terbesar di Asia Tenggara) serta rencana penguatan armada kapal selam modern kelas Reis.
      • Darat: Penggunaan kendaraan taktis ramah lingkungan seperti MV3-EV Pandu serta pembaruan senapan serbu standar seperti DSAR-15P untuk pasukan komando.

      2. Integrasi Teknologi Drone & AI (Kecerdasan Buatan)
      TNI bergeser dari taktik konvensional menuju peperangan berbasis teknologi otonom:
      • Sistem Udara Nirawak (UAV): Penggunaan armada drone pengintai jarak jauh seperti drone Anka hingga taktik serbu menggunakan drone kamikaze dan taktik kawanan (drone swarm). [1, 2, 3]
      • Workshop Drone & AI: Panglima TNI meresmikan pusat pengembangan khusus guna merancang sistem kecerdasan buatan militer yang dapat menganalisis data pertempuran secara otomatis.

    3. Sistem Operasi Siber dan Jaringan Pertahanan
    Karena ancaman lintas domain semakin masif, doktrin ini memprioritaskan keamanan informasi dan taktik non-fisik
    • Interoperabilitas Pertahanan Terpadu: Sistem saraf militer yang mengintegrasikan radar dan sensor antar-matra. Sebagai contoh, radar milik kapal perang TNI AL dapat langsung mengirimkan data target ke jet tempur TNI AU atau baterai rudal pertahanan darat secara real-time.
    • Cyber Warfare (Perang Siber): Penguatan unit siber TNI untuk melindungi infrastruktur informasi vital dan data pertahanan nasional dari serangan siber asing.
    • Information & Cognitive Warfare: Penguatan ketahanan informasi militer untuk menangkal manipulasi psikologis, disinformasi, dan propaganda digital yang dapat mengganggu stabilitas keamanan nasional








google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....