Gus Yasin Lepas 2.832 Mahasiswa KKN UIN Saizu

  • 15 Jul 2026 16:43 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Banyumas – Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin melepas 2.832 mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri (UIN Saizu) Purwokerto Angkatan ke-58, Rabu (15/7/2026). Melalui tema "KKN Berdampak", mahasiswa didorong menjadi mitra pemerintah dalam mengembangkan potensi desa sekaligus membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.

Sebanyak 2.336 mahasiswa diterjunkan ke empat kabupaten di Jawa Tengah, yakni Banyumas, Banjarnegara, Kebumen, dan Purbalingga. Sementara 496 mahasiswa lainnya melaksanakan KKN di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat. Selain itu, delapan mahasiswa juga mengikuti program KKN internasional di Malaysia.

Dalam sambutannya, Gus Yasin meminta mahasiswa tidak hanya menjalankan program pengabdian, tetapi juga ikut memperkuat sektor pariwisata, mengembangkan UMKM, hingga memperkuat moderasi beragama di desa-desa lokasi KKN.

"Mahasiswa bisa membantu memvalidasi data kemiskinan, mendampingi UMKM agar memiliki PIRT dan sertifikat halal, sekaligus memperkuat pemasaran produknya. Yang terpenting, hasil kajian mahasiswa jangan berhenti saat KKN selesai, tetapi harus ada tindak lanjut agar benar-benar memberi manfaat bagi masyarakat," ujar Gus Yasin.

Menurutnya, banyak potensi desa yang belum dikembangkan secara maksimal. Produk lokal yang selama ini hanya dijual dalam bentuk mentah dapat diolah menjadi produk bernilai tambah sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.

Sementara itu, Wakil Rektor III UIN Saizu Purwokerto, Prof. Sonhaji mengatakan program KKN internasional tahun ini memasuki tahun kelima pelaksanaannya. Delapan mahasiswa diterjunkan ke sejumlah daerah terpencil di Malaysia untuk menjalankan pengabdian di bidang keagamaan dan pemberdayaan masyarakat.

Ia menjelaskan, mahasiswa memberikan pembinaan keagamaan, termasuk mengajarkan tata cara perawatan jenazah kepada masyarakat muslim di daerah pedalaman yang selama ini masih minim akses pendidikan keagamaan.

"Program ini menjadi bagian dari visi internasasionalisasi kampus. Melalui KKN internasional, mahasiswa tidak hanya mengabdi kepada masyarakat, tetapi juga memperkuat kerja sama pendidikan dengan Malaysia. Bahkan, beberapa warga dan alumni lokasi KKN kini melanjutkan studi di UIN Saizu," kata Sonhaji.

Selain KKN reguler dan internasional, UIN Saizu juga menggelar KKN kolaboratif bersama sejumlah Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri, di antaranya UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Walisongo Semarang, dan UIN K.H. Abdurrahman Wahid (UIN Gus Dur) Pekalongan.

Program KKN Angkatan ke-58 ini akan berlangsung selama 40 hari, mulai 16 Juli hingga 24 Agustus 2026, dengan harapan mampu menghadirkan program pengabdian yang berkelanjutan dan memberi dampak nyata bagi masyarakat desa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....