Asesmen ACQUIN Awali Upaya UIN Walisongo Raih Akreditasi Internasional
- 14 Jul 2026 12:34 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang – UIN Walisongo Semarang memulai asesmen lapangan oleh lembaga akreditasi internasional asal Jerman, ACQUIN (The Institute for Accreditation, Certification and Quality Assurance), sebagai langkah awal meraih akreditasi internasional. Visitasi untuk Cluster 3 berlangsung pada 13–14 Juli 2026 dan menjadi bagian dari upaya kampus memperkuat budaya mutu serta meningkatkan daya saing di tingkat global.
Pada hari pertama, tim asesor ACQUIN melaksanakan tiga sesi asesmen yang melibatkan pimpinan universitas, pimpinan fakultas dan program studi, dosen, tenaga kependidikan, hingga unit-unit pendukung layanan akademik.
Asesmen diawali dengan pemaparan manajemen universitas oleh Rektor bersama jajaran Wakil Rektor. Dalam kesempatan tersebut, pimpinan UIN Walisongo menjelaskan arah kebijakan strategis kampus, mulai dari tata kelola kelembagaan, sistem penjaminan mutu internal, pengembangan akademik, internasionalisasi, hingga berbagai capaian yang telah diraih.
Ketua Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN Walisongo, Dr. Saminanto, mengatakan asesmen hari pertama difokuskan pada evaluasi implementasi tridarma perguruan tinggi, sistem penjaminan mutu, tata kelola akademik, serta dukungan unit layanan dalam penyelenggaraan pendidikan.
"Hari pertama asesmen difokuskan pada pemaparan kebijakan strategis universitas, implementasi tridarma, sistem penjaminan mutu, tata kelola program studi, hingga dukungan unit layanan akademik dan administrasi. Kami berharap seluruh proses berjalan lancar dan UIN Walisongo dapat memperoleh hasil terbaik sebagai bentuk pengakuan atas komitmen kami dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan," ujarnya melalui keterangan tertulis, Selasa, 14 Juli 2026.
Selain menilai tata kelola universitas, tim asesor juga melakukan sesi bersama kepala biro, kepala unit, dan tenaga kependidikan. Hal itu bertujuan untuk mengevaluasi dukungan administrasi, layanan akademik, perpustakaan, laboratorium, kantor internasional, pusat bahasa, serta berbagai sistem pendukung lainnya.
Kepala Perpustakaan UIN Walisongo, Bahrul Ulum, mengatakan pihaknya telah menyiapkan seluruh layanan perpustakaan guna mendukung proses asesmen. Persiapan tersebut mencakup penyediaan koleksi yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing program studi.
"Kami mempersiapkan seluruh layanan perpustakaan secara maksimal. Pengadaan koleksi juga dilakukan secara terencana, bukan secara sembarangan. Selama ini kami berkoordinasi dengan setiap ketua program studi untuk mengidentifikasi buku-buku yang dibutuhkan sesuai perkembangan kurikulum, kemudian perpustakaan melakukan pengadaan berdasarkan usulan tersebut," katanya.
Melalui rangkaian asesmen ini, UIN Walisongo berharap dapat memperoleh akreditasi internasional dari ACQUIN. Capaian tersebut akan menjadi pengakuan atas kualitas penyelenggaraan pendidikan sekaligus memperkuat reputasi kampus di tingkat global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....