Pengendalian Ikan Sapu-sapu, Perlu Strategi Jangka Panjang dan Edukasi Publik
- 23 Apr 2026 20:54 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Upaya pengendalian populasi ikan sapu-sapu di berbagai daerah dinilai belum cukup jika hanya mengandalkan penangkapan massal. Diperlukan strategi berkelanjutan serta peningkatan literasi masyarakat untuk mengatasi persoalan ini.
Dosen Biologi UIN Walisongo Semarang Dr. Rusmadi S.Th.I. M.Si. menyebutkan, penangkapan yang saat ini dilakukan masyarakat hanya memberikan dampak jangka pendek. Hal ini disebabkan oleh laju reproduksi ikan sapu-sapu yang tergolong cepat.
“Penangkapan massal bisa membantu, tapi harus dilakukan terus-menerus. Secara akademis, pengendalian idealnya menggunakan musuh alami, namun hingga kini masih memerlukan penelitian lebih lanjut,” ucapnya kepada RRI, Kamis, 23 April 2026.
Ia juga mengingatkan, intervensi biologis memiliki risiko. Jika tidak dikaji dengan baik, spesies baru yang diperkenalkan justru bisa menjadi invasif dan menimbulkan masalah baru.
Selain pendekatan ilmiah, Dr. Rusmadi menekankan pentingnya peran pemerintah dan masyarakat. Regulasi terhadap perdagangan ikan non-endemik perlu diperketat, sementara edukasi publik harus terus ditingkatkan.
“Masyarakat perlu memahami bahwa membuang ikan hias ke sungai bisa berdampak besar. Kita tidak tahu apakah ikan tersebut invasif atau tidak,” katanya.
Ia menambahkan, pengawasan terhadap distribusi ikan juga harus dilakukan, Selain itu, kesadaran masyarakat juga menjadi kunci utama dalam menjaga kelestarian ekosistem sungai di Indonesia. (Aritsu)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....