Fenomena Pacaran dengan Chatbot, Aneh atau Akan Jadi Normal?

  • 14 Jul 2026 12:03 WIB
  •  Bukittinggi

RRI.CO.ID, Bukittinggi - Semakin banyak orang mulai menjalin hubungan emosional dengan chatbot. Mereka mengobrol setiap hari, merasa ditemani, bahkan menganggap chatbot itu seperti pacar. Aplikasi seperti Replika, Character.AI, dan chatbot berbasis AI lain membuat fenomena ini semakin sering terjadi, terutama di kalangan anak muda.

Salah satu alasan kenapa banyak orang merasa nyaman adalah karena chatbot selalu ada. Ia bisa diajak bicara kapan saja, tidak menghakimi, tidak marah, dan selalu memberi perhatian. Menurut berbagai laporan, banyak pengguna merasa lebih aman membuka diri kepada chatbot karena tidak takut ditolak atau disalahpahami.

Selain itu, chatbot bisa dibuat sesuai keinginan kita. Kita bisa memilih kepribadian, cara bicara, bahkan bagaimana ia memperlakukan kita. Karena itu, hubungan dengan chatbot sering terasa lebih “mudah” dibanding hubungan dengan manusia yang penuh ketidakpastian. Penelitian juga menunjukkan bahwa sebagian orang mulai merasa lebih nyaman dengan hubungan virtual karena mereka bisa merasa dicintai tanpa takut kecewa.

Namun, fenomena ini juga menimbulkan banyak pertanyaan. Hubungan dengan chatbot memang bisa membuat seseorang merasa ditemani, tetapi chatbot tidak benar-benar punya perasaan.

Ia hanya merespons berdasarkan data dan pola percakapan. Beberapa ahli khawatir bahwa jika seseorang terlalu bergantung pada chatbot, ia bisa semakin sulit membangun hubungan nyata dengan orang lain.

Pada akhirnya, pacaran dengan chatbot mungkin terdengar aneh sekarang, tetapi bisa jadi akan semakin normal di masa depan. Teknologi memang semakin membuat hubungan terasa lebih dekat dan lebih mudah. Namun, tetap ada perbedaan besar antara merasa ditemani oleh program dan dicintai oleh manusia yang benar-benar memilih untuk tinggal. (STP/YPA)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....