Mengapa Perempuan Berpendidikan Adalah Kunci Masa Depan?
- 15 Jul 2026 07:50 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Pendidikan bagi perempuan sering kali masih dipandang sebelah mata oleh sebagian kelompok masyarakat. Pandangan miring seperti "untuk apa sekolah tinggi-tinggi kalau akhirnya hanya ke dapur" masih kerap terdengar.
Namun, jika melihat urgensi pendidikan bagi perempuan, kita akan menyadari bahwa investasi pada pendidikan untuk perempuan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi berkualitas. Putu Santi Oktarina M.Pd, dari Pasikian Paiketan Krama Istri Desa Adat (PAKIS) Provinsi Bali menjelaskan bahwa perbincangan terkait dengan pendidikan perempuan menjadi isu yang sangat menarik sekaligus sensitif di masyarakat.
“Ada sebuah pepatah bijak yang sangat relevan dengan kondisi ini, "Jika kita mendidik seorang laki-laki, kita mendidik satu orang. Namun, ketika kita mendidik seorang perempuan, kita sedang mendidik satu generasi. Kalimat tersebut sebenarnya datang dari berbagai jenis penelitian yang erat kaitannya dengan pengembangan sumber daya manusia." Jelas Santi pada program Pengarusutamaan Gender dan Inklusi Pro 1 Denpasar, Senin 13 Juli 2026.
Hasil penelitian yang dilakukan oleh Lembaga pendidikan, badan-badan dunia seperti UNESCO, UNICEF, dan World Bank menunjukkan bahwa pendidikan perempuan berkaitan erat dengan meningkatnya status kesehatan dan kesejahteraan ekonomi rumah tangga. Selain itu perempuan cerdas memberikan dampak pada keberhasilan pendidikan anak dan meningkatan kualitas Sumber Daya Manusia suatu negara.
Dalam konteks masyarakat Bali yang menganut sistem patrilineal, garis keturunan dan tanggung jawab adat dominan berada di pihak laki-laki, masyarakat masih memandang bahwa menyekolahkan anak perempuan adalah "investasi yang rugi" karena hasilnya nanti akan dibawa ke keluarga suami, bukan dinikmati oleh orang tua kandung. “Pandangan ini ironisnya tidak hanya datang dari laki-laki, tetapi kerap dipelihara oleh sesama perempuan sendiri, seperti lingkaran ibu, ibu mertua, atau calon mertua," lanjutnya.
Pola pikir transaksional ini, menurut Santi, harus diubah. Menyekolahkan anak adalah kewajiban murni orang tua untuk membentuk kualitas diri sang anak agar mandiri, memiliki harga diri, serta dihormati dan tidak dianggap remeh di lingkungan barunya kelak.
Pengetahuan adalah harta yang paling melekat pada diri manusia dan tidak akan bisa hilang. Pentingnya pendidikan tinggi bagi perempuan sering kali baru terbukti nyata saat dihadapkan dengan tantangan dalam keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga, sangat penting untuk perempuan menempuh pendidikan minimal setingkat SMA, yang saat ini didorong menuju pendidikan tinggi, untuk mengubah cara berpikir perempuan dalam hal gaya berpikir kritis, meningkatkan kecerdasan emosional, serta manajemen konflik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....