Teknologi Digital dan Pentingnya Pendampingan Anak
- 13 Jul 2026 09:06 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Dunia digital saat ini telah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari, terutama bagi anak-anak dan remaja yang menggunakannya untuk belajar, berkomunikasi, mencari hiburan, serta memperoleh berbagai informasi. Di balik manfaat tersebut, dunia digital juga menghadirkan tantangan berupa paparan konten yang tidak sesuai usia, penyebaran informasi palsu, penipuan daring, serta kecenderungan penggunaan gawai secara berlebihan. Oleh karena itu, literasi digital, pendampingan orang tua dan guru, serta kemampuan berpikir kritis sangat penting agar generasi muda dapat memanfaatkan teknologi secara bijak, aman, dan bertanggung jawab.
Anak-anak saat ini lebih mudah tergoda oleh berbagai hal di media digital karena mereka terpapar konten dalam jumlah sangat besar setiap hari. Video pendek, permainan, iklan, dan media sosial dirancang untuk menarik perhatian sehingga membuat anak ingin terus menonton atau mencoba hal-hal baru.
Beberapa faktor yang menyebabkan anak mudah tergoda di media digital antara lain:
Rasa ingin tahu yang tinggi, sehingga mereka mudah tertarik pada konten yang sedang populer.
Belum mampu membedakan informasi yang benar dan salah, sehingga lebih mudah percaya pada hoaks atau iklan yang menyesatkan.
Pengaruh teman sebaya, karena ingin mengikuti tren atau tantangan yang sedang viral.
Algoritma platform digital, yang terus merekomendasikan konten serupa sehingga anak menghabiskan lebih banyak waktu di layar.
Kurangnya pendampingan orang tua, sehingga penggunaan gawai tidak terkontrol.
Dampaknya dapat berupa berkurangnya waktu belajar, gangguan tidur, menurunnya kemampuan berkonsentrasi, hingga meningkatnya risiko terpapar konten yang tidak sesuai usia atau menjadi korban penipuan daring.
Untuk mengatasinya, orang tua dan guru dapat:
Menetapkan batas waktu penggunaan gawai.
Mendampingi anak saat mengakses internet.
Baca juga: Jaga Kesehatan Mental di Era DigitalMengajarkan literasi digital, seperti cara mengenali informasi yang valid dan menjaga privasi.
Menggunakan fitur kontrol orang tua pada perangkat dan aplikasi.
Mendorong anak melakukan aktivitas di luar layar, seperti berolahraga, membaca, atau bermain bersama teman dan keluarga.
Dengan pendampingan yang konsisten dan komunikasi yang terbuka, anak dapat memanfaatkan media digital sebagai sarana belajar dan berkreasi tanpa mudah terpengaruh oleh hal-hal yang merugikan.(TW)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....