Dari Mana Asal Angka +62? Mengenal Sejarah Kode Telepon Indonesia

  • 10 Jul 2026 11:50 WIB
  •  Sorong

RRI.CO.ID, Sorong – Kode telepon Adalah bagian dari system penomoran Internasional untuk mengidrntifikasi sebuah negara dalam berkomunikasi, khusunya lintas batas. Tiap negara punya termasuk Indonesia dan seluruh negara ASEAN memiliki kode telepon yang berbeda.

Disadur Good News From Indonesia, Indonesia memiliki kode telepon +62. Negara-negara di ASEAN juga hamper semuanya memiliki kode yang diawali dengan angka 6.

Berikut daftar kode nomor telepon negara-negara ASEAN yakni :

Malaysia +60, Indonesia +62, Filipina +63, Singapura +65, Thailand +66, Timor Leste +670, Brunei Darussalam +673, Vietnam +84, Kamboja +855. Laos +856, dan Myanmar +95

Alasan kode telepon Indonesia dan beberapa negara ASEAN diawali dengan +6x Adalah karena ketetapan dari Internasional Telecommunication Union (ITU). ITU membagi kode-kode negara berdasarkan zona.

Indonesia berada di zona 6 meliputi wilayah Asia Tenggara, Oseania serta Australia. Negara dikawasan ini menggunakan kode yang sama dengan angka belakang yang berbeda.

Lalu mengapa Vietnam, Kamboja, Laos, dan Myanmar tidak menggunakan kode yang sama seperti negara ASEAN lainnya? Meski empat negara itu secara administratif berada di Asia Tenggara, tapi lokasinya lebih dekat dengan negara Kawasan Asia Timur dan Asia Selatan, sehingga ditempatkan pada penomoran yang berbeda.

Saat Timor Leste menjadi bagian dari Indonesia, kode teleponnya pun menggunakan +62. Setelah referendum dan memutuskan untuk lepas dari Indonesia, kodenya berubah.

Dahulu telepon yang digunakan untuk berkomunikasi masih berupa telepon putar. Telepon ini memiliki keterbatasan dalam Panjang angka yang bisa diputar. Kode negara yang lebih Panjang akan lebih menyulitkan pengguna. Agar lebih mudah dimana nomor telepon, termasuk kode negara, tidak lebih dari 11 digit. Negara berpopulasi kecil seperti Brunei, kamboja, laos diberi kode tiga digit.

Indonesia dan negara lain yang populasinya lebih banyak diberikan kode dua digit. Penggunaan kode dua digit karena negara itu memiliki jumlah pengguna telepon yang lebih besar, sehingga lebih efisien dan memudahkan pembagian nomor.

Kode telepon dunia saat ini sudah ditetapkan oleh ITU. Melalui the Guardian, daftar tersebut pertama kali muncul dalam “Red Book” berisi rekomendasi rangkaian kode negara-negara Eropa.

Tahun 1964 muncul “Blue Book” berisi kode yang disusun berdasarkan zona dunia. Daratan terluas seperti Amerika Utara dan Uni Soviet (saat ini Rusia) menerima kode satu digit. Negara dan wilayah lain menerima dua hingga tiga angka digit.

Kode ini ditetapkan untuk satelit luar angkasayang menyediakan jaringan telekomunikasi global.

Melansir dari Indonesiabaik.id yang dikelola Kementerian komunikasi dan digital (Komdigi) tanda + sangat penting dalam kode telepon sebuah negara. Tanpa tanda itu, maka deretan angka tersebut hanya dianggap sebagai angka biasa.

Selain +62 penulisan nomor telepon juga bisa menggunakan angka 0. Namun dalam jangkauan keduanya berbeda.

+62 merupakan kode yang bisa digunakan untuk berkomunikasi antar negara, angka 0 di awal nomor teleponnya hanya dapat diakses pada lingkup domestic saja.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....