Dewi Sartika Perintis Pendidikan Perempuan yang Mengubah Masa Depan Bangsa
- 07 Jul 2026 08:30 WIB
- Mamuju
RRI.CO.ID, Mamuju - Dewi Sartika merupakan salah satu Pahlawan Nasional Indonesia yang dikenal sebagai pelopor pendidikan bagi perempuan. Lahir di Cicalengka, Kabupaten Bandung, pada 4 Desember 1884, ia tumbuh di lingkungan keluarga bangsawan Sunda yang memiliki perhatian terhadap pendidikan. Menurut penelitian Syakur dkk. dalam Jurnal Ilmiah Pendidikan Kebudayaan dan Agama (2024), sejak kecil Dewi Sartika telah menunjukkan minat mengajar teman-teman sebayanya dan memiliki cita-cita agar perempuan memperoleh kesempatan belajar yang sama seperti laki-laki.
Pada awal abad ke-20, akses pendidikan bagi perempuan pribumi masih sangat terbatas. Berdasarkan penelitian Jatnika yang diterbitkan dalam Karmawibangga Historical Studies Journal (2025), kondisi tersebut mendorong Dewi Sartika mendirikan Sakola Istri pada 16 Januari 1904 di Pendopo Kabupaten Bandung. Sekolah ini mengajarkan membaca, menulis, berhitung, serta berbagai keterampilan praktis seperti menjahit, memasak, dan mengelola rumah tangga. Enam tahun kemudian, sekolah tersebut berganti nama menjadi Sakola Kautamaan Istri dan menjadi model bagi sekolah perempuan di berbagai daerah di Jawa Barat.
Penelitian Komariyah dan Sumiyatun dalam SWARNADWIPA Jurnal Kajian Sejarah, Sosial, Budaya, dan Pembelajarannya (2023) menjelaskan bahwa Dewi Sartika memandang pendidikan bukan sekadar sarana memperoleh ilmu, tetapi juga sebagai cara membentuk karakter, kemandirian, dan rasa tanggung jawab perempuan dalam kehidupan bermasyarakat. Baginya, perempuan yang berpendidikan akan mampu mendidik generasi berikutnya sekaligus memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
Perjuangan Dewi Sartika memberikan pengaruh besar terhadap perkembangan pendidikan perempuan di Indonesia. Keberhasilan sekolah yang didirikannya membuka peluang bagi semakin banyak perempuan untuk mengenyam pendidikan formal. Atas jasa dan dedikasinya di bidang pendidikan, pemerintah Indonesia menganugerahkan gelar Pahlawan Nasional kepada Dewi Sartika pada tahun 1966. Pengakuan tersebut menjadi bukti bahwa perjuangannya telah memberikan dampak penting bagi dunia pendidikan nasional.
Hingga saat ini, semangat Dewi Sartika masih relevan untuk diteladani. Kesetaraan dalam memperoleh pendidikan menjadi salah satu fondasi penting dalam membangun sumber daya manusia yang berkualitas. Melalui perjuangannya, Dewi Sartika menunjukkan bahwa pendidikan adalah hak setiap orang tanpa memandang jenis kelamin, sekaligus menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih maju dan berkeadilan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....