Kolaborasi Kampus dan Pengelola Wisata Perkuat Konservasi Mangrove di Pesisir

  • 03 Jul 2026 10:45 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Kolaborasi antara Program Studi Pariwisata Universitas Semarang (USM) dan pengelola Ekoeduwisata Mangrove Tapak terus diperkuat untuk mendukung pelestarian kawasan pesisir Kota Semarang. Sinergi tersebut diwujudkan melalui penanaman 300 bibit mangrove yang melibatkan puluhan mahasiswa sebagai bagian dari upaya menjaga ekosistem sekaligus mengembangkan wisata berkelanjutan.

Kegiatan berlangsung di Ekoeduwisata Mangrove Tapak, Kecamatan Tugu, Kamis, 2 Juli 2026 dalam rangka praktikum mata kuliah Pariwisata Bahari. Sebanyak 60 mahasiswa mengikuti kegiatan yang memadukan pembelajaran lapangan, edukasi lingkungan, dan aksi konservasi.

Dosen pengampu mata kuliah Pariwisata Bahari, Muchammad Satrio Wibowo mengatakan kegiatan tersebut menjadi awal kerja sama antara Program Studi Pariwisata USM dan pengelola Mangrove Tapak. Kolaborasi itu diharapkan mampu memperkuat upaya pelestarian pesisir sekaligus meningkatkan kualitas pengelolaan destinasi wisata.

"Kami mengajak mahasiswa untuk belajar langsung mengenai pengelolaan wisata di ekosistem mangrove. Misi lainnya, kami juga ingin ikut berkontribusi untuk pelestarian pesisir di Kota Semarang dengan menanam 300 bibit mangrove," katanya.

Menurut Satrio, praktik lapangan menjadi sarana pembelajaran yang menggabungkan aspek rekreasi, edukasi, dan konservasi. Melalui pengalaman langsung, mahasiswa diharapkan memahami pentingnya menjaga keseimbangan ekosistem pesisir sekaligus mengembangkan potensi wisata berbasis lingkungan.

Selama kegiatan, mahasiswa mengikuti susur sungai menggunakan perahu, memperoleh edukasi mengenai fungsi hutan mangrove, serta melakukan penanaman bibit mangrove. Setelah praktikum selesai, peserta diwajibkan menyusun laporan yang diharapkan menjadi masukan bagi pengembangan pengelolaan Ekoeduwisata Mangrove Tapak.

Salah seorang mahasiswa, Lusia Cindi Novita, mengaku kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang berbeda dibanding pembelajaran di ruang kelas. Ia juga semakin memahami peran penting mangrove dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir.

"Praktikum menanam mangrove ini memberikan pengalaman yang menyenangkan sekaligus bermanfaat bagi kami. Saya pun menjadi lebih memahami pentingnya peran mangrove dalam menjaga keseimbangan ekosistem pesisir dan merasakan secara langsung proses penanaman yang sebelumnya hanya dipelajari di kelas," ujarnya.

Sementara itu, salah seorang pengelola Ekoeduwisata Mangrove Tapak, Topo, mengapresiasi keterlibatan mahasiswa USM dalam kegiatan konservasi tersebut. Ia berharap kolaborasi antara perguruan tinggi dan pengelola wisata dapat terus berlanjut sehingga memberikan manfaat bagi kelestarian lingkungan maupun masyarakat.

"Kami berterima kasih kepada Prodi Pariwisata USM yang telah meluangkan waktunya untuk berkunjung ke sini. Semoga kunjungan ini bisa menjadi 'amal jariyah' para peserta yang telah berpartisipasi menanam mangrove," ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....