Kemudahan Akses Internet Membuka Peluang Anak Mengenal Judi Online

  • 02 Jul 2026 17:15 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Kemudahan akses internet, harga gawai (gadget) yang semakin terjangkau, serta penggunaan teknologi yang semakin luas menjadi faktor yang turut membuka peluang anak-anak mengenal judi online sejak usia sekolah. Karena itu, institusi pendidikan dinilai memiliki peran penting dalam memberikan edukasi sekaligus mencegah peserta didik terjerumus ke dalam praktik tersebut. Hal tersebut di katakan Ahmad Fadhlulah, S.Pd - Ikatan DAI Muda Indonesia dalam dialog Apresiasi Budaya Lokal Pro 4 RRI Makassar.

Ahmad menjelaskan, salah satu langkah yang dapat dilakukan sekolah adalah mengalihkan perhatian anak dari aktivitas yang memicu kecanduan dengan memperbanyak kegiatan positif. Menurutnya, anak-anak yang telah terpapar judi online perlu diarahkan pada aktivitas yang mampu memberikan rasa senang dan kepuasan secara sehat, sehingga ketergantungan terhadap judi dapat berkurang.

“Penggunaan internet dan gawai (gadget) di lingkungan sekolah juga perlu dibatasi dan diawasi secara ketat. Saya menyarankan agar anak-anak lebih banyak dilibatkan dalam kegiatan keagamaan, seperti belajar di rumah Al-Qur'an maupun pondok pesantren, yang dinilai mampu membentuk karakter sekaligus membatasi akses terhadap penggunaan gawai secara berlebihan”, ucap Ahmad. Rabu, 1 Juli 2026.

Sebagai guru di Sekolah Islam Athirah selama sekitar sepuluh tahun, ia menuturkan bahwa digitalisasi pembelajaran tetap diterapkan di sekolah. Peserta didik diperbolehkan menggunakan telepon genggam maupun tablet, tetapi hanya untuk keperluan belajar. Setelah proses pembelajaran selesai, seluruh perangkat tersebut harus disimpan kembali dan tidak boleh digunakan untuk keperluan lain.

"HP tetap digunakan di sekolah, tetapi hanya untuk kegiatan belajar. Setelah itu disimpan kembali. Penggunaannya memang dibatasi agar tidak mengganggu proses pembelajaran, mengurangi potensi penyalahgunaan, serta membantu siswa tetap fokus selama berada di lingkungan sekolah " ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa sekolah memberikan porsi yang lebih besar pada program pembelajaran Al-Qur'an. Menurutnya, sekitar 60 persen aktivitas pembelajaran lebih banyak diisi dengan program-program Al-Qur'an dibandingkan materi umum. Dengan demikian, peserta didik lebih banyak disibukkan dengan kegiatan yang positif dan bermanfaat sehingga perlahan kesenangan mereka beralih pada aktivitas yang lebih produktif.

Namun, menurutnya, upaya tersebut tidak akan berhasil tanpa dukungan keluarga. Orang tua memiliki peran yang sama pentingnya dengan sekolah dalam membina anak melalui kegiatan-kegiatan positif di rumah. Oleh karena itu, pihak sekolah secara rutin memberikan edukasi kepada para orang tua agar turut mengawasi dan mendampingi perkembangan anak.

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya deteksi dini apabila anak mulai menunjukkan tanda-tanda terjerat judi online. Menurutnya, anak merupakan amanah sekaligus investasi terbesar bagi setiap orang tua, sehingga sudah sepatutnya memperoleh perhatian, pendidikan, dan lingkungan terbaik sejak dini.

"Anak adalah investasi terbesar, bukan hanya untuk kehidupan di dunia, tetapi juga di akhirat. Karena itu, orang tua harus memberikan teladan yang baik, menciptakan lingkungan yang sehat, dan memberikan pendidikan yang benar sejak sekarang," kata Ahmad.

Ahmad berharap seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga pemerintah, dapat bersinergi dalam melindungi anak-anak dari bahaya judi online. Dengan pengawasan yang baik, edukasi yang berkelanjutan, serta keteladanan dari orang tua, diharapkan generasi muda dapat tumbuh menjadi pribadi yang sehat, berkarakter, dan terhindar dari berbagai bentuk perilaku adiktif yang merugikan masa depan mereka.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....