Fenomena Langit Juli 2026: Bulan, Planet, Komet, hingga Cincin Saturnus

  • 02 Jul 2026 12:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Bulan, Mars, Saturnus, dan Uranus berkonjungsi pada 11–12 Juli menjelang fajar.
  • Komet 10P/Tempel 2 dan Galaksi Bima Sakti terbaik diamati saat Bulan Baru 14 Juli.
  • Cincin Saturnus tampak sangat tipis pada akhir Juli akibat perubahan sudut pandang dari Bumi.

RRI.CO.ID, Jakarta - Langit malam sepanjang Juli 2026 akan menyuguhkan berbagai fenomena astronomi menarik. Mulai dari pertemuan bulan dan sejumlah planet, Komet 10P/Tempel 2, dan waktu terbaik mengamati Galaksi Bima Sakti.

Tak hanya itu, NASA menyebut cincin Saturnus juga akan tampak lebih tipis dari biasanya. Salah satu peristiwa yang patut disaksikan terjadi pada 11 dan 12 Juli menjelang fajar.

Bulan sabit tua akan tampak berdekatan dengan Mars dan Saturnus di langit timur. Sementara Uranus juga berada di kawasan langit yang sama.

Namun, Uranus hanya dapat diamati menggunakan teropong atau teleskop karena cahayanya jauh lebih redup. Memasuki fase Bulan Baru pada 14 Juli, pengamat langit memiliki kesempatan terbaik untuk melihat Komet 10P/Tempel 2.

Komet berperiode pendek ini mengelilingi Matahari setiap sekitar lima setengah tahun. Komet 10P/Tempel 2 akan tampak sebagai cahaya samar dengan inti lebih terang serta ekor pendek berbentuk kipas.

Malam-malam gelap di sekitar 14 Juli juga menjadi waktu ideal untuk menikmati keindahan Galaksi Bima Sakti. Galaksi kita akan terlihat membentang sebagai pita cahaya redup di langit, terutama di sekitar rasi Scorpius dan Sagittarius.

Sementara itu, pada paruh akhir Juli, Saturnus menjadi sasaran menarik bagi pengguna teleskop. Cincin planet raksasa tersebut tampak sangat tipis akibat sudut kemiringannya terhadap Bumi yang sedang berubah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....