Rayakan 250 Tahun Merdekanya AS, NASA Rilis Alam Semesta Bernuansa Merah-Putih-Biru

  • 01 Jul 2026 21:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA merilis empat citra alam semesta untuk peringatan 250 tahun Amerika Serikat.
  • Citra menggabungkan data Observatorium Chandra, Hubble, James Webb, dan teleskop darat.
  • Salah satu gambar mengungkap indikasi materi gelap di gugus galaksi ZwCl 0024+1652.

RRI.CO.ID, Jakarta - NASA merilis rangkaian citra empat keajaiban alam semesta yang disajikan dalam nuansa merah, putih, dan biru. Semua citra ini ditunjukkan dalam rangka memperingati 250 tahun kelahiran Amerika Serikat.

Gambar-gambar tersebut merupakan gabungan data sinar-X dari Observatorium Chandra, Teleskop Hubble, dan James Webb. Mereka juga menggunakan data dari pengamatan teleskop berbasis darat.

Empat objek yang ditampilkan meliputi sisa ledakan supernova Cassiopeia A dan nebula NGC 3603. NASA juga merilis citra berupa galaksi Messier 94 atau NGC 4736, serta gugus galaksi ZwCl 0024+1652.

Pada bagian kiri bawah, terlihat nebula NGC 3603 yang berada di sisi lain Galaksi Bima Sakti. Nebula ini menjadi rumah bagi gugusan bintang masif.

Di pusat gambar tampak kumpulan bintang berwarna merah dan putih yang sangat rapat. Sementara di bagian tepinya terlihat awan biru samar menyerupai lembaran kain tipis.

Di bagian tengah bawah terdapat galaksi spiral NGC 4736 atau Messier 94 yang terlihat menghadap langsung ke Bumi. Galaksi ini menampilkan cincin-cincin awan ungu pucat yang dipenuhi bintang putih, biru muda, merah lembut, dan kuning keemasan.

Cincin terdalam tampak paling terang dengan warna kuning kemerahan. Ini menandai wilayah aktif pembentukan bintang baru.

Sementara itu, di bagian kanan bawah ditampilkan gugus galaksi jauh ZwCl 0024+1652. Gambar tersebut dipenuhi guratan dan titik-titik berwarna kuning keemasan serta putih terang.

Masing-masing merupakan galaksi tersendiri, sebagian di antaranya memiliki bentuk spiral. Di pusat gugus tampak cahaya merah terang, menunjukkan adanya cadangan gas bersuhu sangat tinggi.

Cahaya merah itu dikelilingi kabut biru dari data Teleskop Hubble yang telah diproses secara khusus. Sehingga memberikan petunjuk mengenai keberadaan materi gelap.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....