D'Biscu Karya Undip Siap Dukung Percepatan Penurunan Stunting

  • 28 Jun 2026 06:26 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Semarang - Universitas Diponegoro (Undip) melalui Program Studi Gizi Fakultas Kedokteran berhasil mengembangkan dan menghilirisasikan produk inovatif berupa biskuit ibu hamil bernama D'Biscu. Produk pangan tambahan berbasis bahan lokal ini dikembangkan sebagai upaya mendukung percepatan penurunan stunting sejak masa kehamilan.

D'Biscu kini telah mengantongi sertifikat halal, memenuhi Standar Nasional Indonesia (SNI), serta memiliki izin edar dari BPOM sehingga telah dipasarkan kepada masyarakat. Produk ini dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi ibu hamil sekaligus mendukung tumbuh kembang janin secara optimal.

Dalam rilis pada Sabtu 27 Juni 2026, pengembangan D'Biscu dilatarbelakangi masih tingginya angka stunting di Indonesia. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, pada 2025 terdapat 485.893 balita di Jawa Tengah yang mengalami stunting. Kondisi tersebut mendorong tim peneliti Undip merancang pangan tambahan berbahan lokal yang kaya nutrisi.

Biskuit ini dibuat dari kombinasi jahe, kacang hijau, dan kacang merah yang diperkaya vitamin serta mineral esensial. Jahe dipilih karena memiliki sifat antioksidan dan antiinflamasi, sekaligus membantu mengurangi keluhan mual dan muntah pada ibu hamil, terutama di trimester awal.

Sementara itu, kacang hijau menjadi sumber protein nabati, folat, zat besi, dan serat yang berperan dalam pembentukan sel darah merah, mendukung pertumbuhan janin, serta membantu mencegah anemia. Adapun kacang merah mengandung protein, zat besi, magnesium, kalium, dan serat yang bermanfaat menjaga kesehatan pencernaan, meningkatkan energi, serta mendukung perkembangan janin.

Sebelum dipasarkan, D'Biscu telah melalui serangkaian tahapan penelitian, pengembangan produk, uji penerimaan, hingga implementasi lapangan melalui edukasi dan pemberian makanan tambahan (PMT) kepada ibu hamil di Kota Semarang. Program tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Kesehatan Kota Semarang melalui 37 puskesmas yang tersebar di 16 kecamatan.

Sebanyak 185 ibu hamil menjadi penerima manfaat dalam program tersebut. Selain memberikan PMT, kegiatan juga diisi edukasi mengenai pentingnya pemenuhan gizi selama 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) sebagai langkah pencegahan stunting sejak dini.

Ketua tim peneliti, Prof. Dr. Diana Nur Afifah, mengatakan keberhasilan D'Biscu menunjukkan pentingnya kolaborasi antara perguruan tinggi, industri, dan pemerintah dalam menyelesaikan persoalan kesehatan masyarakat. Menurutnya, pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan melalui pemenuhan gizi yang memadai.

"Kami percaya bahwa pencegahan stunting harus dimulai sejak masa kehamilan. Melalui D'Biscu, kami tidak hanya menghasilkan produk pangan yang bergizi, tetapi juga membangun model kolaborasi yang mampu menghubungkan riset akademik dengan kebutuhan nyata masyarakat. Harapan kami, inovasi produk pangan ini dapat direplikasi di berbagai daerah di Indonesia," ujar Prof. Diana.

Ia menambahkan, dibandingkan produk PMT ibu hamil yang telah tersedia, D'Biscu memiliki sejumlah keunggulan, antara lain menggunakan bahan baku lokal Indonesia, diformulasikan khusus untuk ibu hamil, diperkaya mikronutrien esensial, serta telah memenuhi standar halal, SNI, dan BPOM. Saat ini, D'Biscu juga tengah diproduksi sebagai salah satu bahan intervensi dalam kegiatan Ekspedisi Patriot 2026 di Kecamatan Senggi, Kabupaten Keerom, Papua.

Keberhasilan D'Biscu menjadi bukti bahwa hasil riset perguruan tinggi mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat apabila didukung ekosistem inovasi yang kuat. Program ini juga sejalan dengan komitmen Undip dalam menghadirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat sekaligus mendukung percepatan penurunan stunting dan pencapaian sejumlah target Sustainable Development Goals (SDGs).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....