Kolaborasi Undip dan 'Dokter Jamban' Perluas Akses Sanitasi Layak bagi Masyarakat
- 12 Jun 2026 07:30 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang- Universitas Diponegoro (Undip) terus memperkuat perannya sebagai kampus dengan inovasi berdampak pada peningkatan kualitas hidup masyarakat. Tekad ini tercermin dari dukungan pada alumni FK tahun 1982, Dr. dr. Budi Laksono, M.HSc, atas karyanya bersama TNI AD membangun lebih dari 1 juta jamban dan berbagai penghargaan MURI, Kick Andy Heroes dan berbagai event lainnya.
Dr. Budi yang lebih dikenal sebagai ‘Budi Jamban’ dan ‘Dokter Jamban’ melakukan audiensi di kampus Undip, di Gedung Widya Puraya Undip Tembalang pada Rabu, 10 Juni 2026 bersama Rektor Undip, Prof. Dr. Suharnomo, S.E., M.Si. Dalam pertemuan tersebut, Rektor Undip mengapresiasi inovasi Dr. Budi Laksono yang memberikan dampak luas bagi peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia.
Dedikasinya selama belasan tahun melalui gerakan pembangunan jamban telah mendapatkan apresiasi dari MURI dengan capaian “Pembuatan Jamban Berkelanjutan Terbanyak” pada 2019. “Saya punya cita-cita sebelum saya meninggal, saya ingin seluruh penduduk Indonesia telah memiliki jamban,” kata Dr. Budi dalam keterangan tertulis, Kamis 11 Juni 2026.
Hingga saat ini, ia bersama sejawat, sahabat, donatur baik dari IKA Undip, Himpuni, Rotary, Pemkot Semarang, DMTK, dan TNII AD telah membangun lebih dari 1 juta jamban sehat dan murah di berbagai wilayah Indonesia. Ini artinya, jika masing-masing rumah tangga memiliki 4 (empat) anggota keluarga, maka teknologi ini telah memberikan manfaat bagi 4 (empat) juta masyarakat.
Ia menjelaskan, buruknya akses sanitasi berpotensi meningkatkan risiko berbagai penyakit, seperti diare, kecacingan, tipus, desentri, hepatitis A, anemia, kematian utama pada balita, serta stunting. “Kita harus menjaga asupan makanan bersih sehat, bergizi bersioh dari kuman,” katanya.
Gerakan tersebut kemudian berkembang menjadi inisiatif yang lebih luas melalui gagasan “Gerakan Membangun Satu Juta Jamban” atau Gema Sang Juara yang diinisiasi oleh TNI AD untuk mempercepat peningkatan akses sanitasi layak di Indonesia. MURI yang pertama, yaitu gerakan satu desa berjamban diciptakan dalam waktu 2 (dua) minggu, di Desa cepoko Kota Semarang.
Sementara, MURI yang kedua terlaksana di wilayah Gunungpati dan Mijen. Sebanyak 1.500 jamban terbangun hanya dalam 4 minggu.
Yang ketiga, masyarakat serentak di bawah arahnnya membangun 5.000 jamban di area Kecamatan Tembalang, Banyumanik, Ngaliyan, Pedurunan dan Gayamsari. “Di Tembalang termasuk di sekitar kampus Undip kita ini, waktunya hanya sekitar 6 minggu, ujarnya.
Melalui langkah yang konkret, Undip menggandeng Dr. Budi untuk membangun akses terhadap jamban yang layak, salah satunya melalui konsep “one home one toilet”. Ke depannya, Undip dan Dr. Budi berencana melanjutkan program pembangunan jamban bersama-sama di bawah koordinasi LPPM melalui KKN Undip dengan beberapa pendekatan.
Sementara itu, Prof. Suharnomo menyampaikan apresiasinya terhadap perjuangan Dr. Budi dalam menghasilkan karya yang berdampak dan bermanfaat bagi kesehatan masyarakat. Menurutnya, kiprah alumni Undip seperti Dr. Budi patut dicontoh karena mampu menghadirkan solusi nyata bagi problematika di masyarakat.
“Pada Dies Natalis ke-67 Undip tahun 2024 lalu, melalui program pengabdian masyarakat, Undip telah membangun ‘Jamban Terbang” inovasi Dr. Budi untuk daerah terdampak rob di Tugu, Sayung, Demak. Saat ini kami akan teruskan di daerah lain yang membutuhkan melalui LPPM dan tim KKN Undip, bersama pendampingan dari Fakultas Kedokteran dan Fakultas Kesehatan Masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, Undip memiliki tim Coastal Disaster and Mitigation (CoREM) yang melaksanakan penguatan riset dan pengabdian masyarakat di bidang sanitasi dan akan terus didorong melalui pembentukan pusat studi. Kerja sama dengan Dr. Budi menjadi bagian penting dalam pengembangan keilmuan di bidang ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....