Apakah AI Membuat Kita Makin Pintar atau Makin Malas?
- 15 Jun 2026 08:09 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Bukittinggi - Kemunculan AI membuat banyak hal terasa lebih mudah. Kita bisa meminta AI menjelaskan pelajaran, membuat ringkasan, mencari ide, bahkan membantu menyelesaikan tugas dalam hitungan detik. Karena itu, banyak orang mulai bertanya: apakah AI benar-benar membuat kita lebih pintar, atau justru membuat kita semakin malas berpikir?
Di satu sisi, AI memang bisa membantu kita belajar lebih cepat. Dengan bantuan AI seperti ChatGPT, seseorang bisa memahami topik rumit dengan bahasa yang lebih sederhana dan lebih mudah dipahami. AI juga membantu menghemat waktu sehingga kita bisa fokus pada hal yang lebih penting, seperti memahami ide dan memecahkan masalah.
Namun, masalah muncul ketika kita mulai terlalu bergantung pada AI. Banyak orang langsung meminta jawaban tanpa mencoba berpikir terlebih dahulu. Penelitian dari Massachusetts Institute of Technology menemukan bahwa orang yang terlalu sering menggunakan AI untuk menulis atau menyelesaikan tugas menunjukkan keterlibatan otak dan kemampuan berpikir yang lebih rendah dibanding mereka yang mencoba sendiri terlebih dahulu.
AI juga bisa membuat kita terbiasa mencari jalan tercepat, bukan cara terbaik. Saat semua jawaban bisa didapat dalam beberapa detik, kita jadi semakin jarang melatih rasa penasaran, kreativitas, dan kemampuan memecahkan masalah. Beberapa peneliti bahkan memperingatkan bahwa kebiasaan terlalu bergantung pada AI dapat membuat perhatian dan kemampuan berpikir kritis menurun.
Pada akhirnya, AI tidak otomatis membuat kita lebih pintar atau lebih malas. Semua tergantung bagaimana kita menggunakannya. Jika AI dipakai untuk membantu berpikir, kita bisa menjadi lebih cerdas. Tetapi jika AI dipakai untuk menggantikan semua usaha dan proses, kita mungkin memang akan lebih cepat, tetapi tidak benar-benar lebih pintar. (STP/YPA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....