BRIN Sebut Petasol Mampu Menghasilkan Nilai Ekonomi
- 10 Jun 2026 07:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Bantul – Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggandeng Kelompok Swadaya Mandiri (KSM) Pilah Berkah, Imogiri, Bantul untuk mengolah sampah plastik menjadi bahan bakar minyak (BBM) alternatif berjenis solar. Selain mengatasi persoalan sampah, inovasi ini mampu menghasilkan pundi-pundi rupiah.
Peneliti BRIN, Heru Susanto menyatakan, inovasi itu menggunakan mesin dengan teknologi pirolisis. Dalam sehari, mesin itu mampu menghasilkan 40–45 liter BBM yang diberi nama Petasol tersebut.
“Satu kilogram sampah plastik itu bisa diubah menjadi 0,8–0,9 liter Petasol. Sehari itu mampu mengolah 50 kilogram sampah, jadi sekitar 40–45 liter Petasol yang dihasilkan,” ucapnya, Selasa, 9 Juni 2026.
Heru menambahkan, bahan bakar alternatif itu dijual secara internal dengan harga Rp10 ribu per liter. Sementara biaya produksi Petasol per liternya hanya berkisar antara Rp3–4 ribu.
“Untungnya bisa Rp6–7 ribu per liternya. Tinggal dikalikan saja seharinya 40–45 liter, tentu menguntungkan,” ujarnya.
Meski begitu, tidak semua jenis plastik dapat diolah menjadi Petasol. Jenis plastik PVC, lanjut Heru, membutuhkan proses penelitian yang lebih panjang.
“Prinsipnya semua sampah plastik low value bisa, kecuali PVC. Karena PVC banyak mengandung klorin yang kalau dipirolisis menimbulkan asap dioksin dan furan. Jadi perlu proses deklorinasi dulu, ini yang masih membutuhkan proses panjang,” katanya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....