Unibos Perkuat Satgas Pencegahan Kekerasan

  • 02 Jun 2026 20:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Universitas Bosowa terus memperkuat komitmennya dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) Calon Anggota Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Perguruan Tinggi (PPKPT), Selasa, 2 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung di Lounge Lantai 1 Gedung 1 Universitas Bosowa ini menjadi bagian dari proses pembentukan Satgas PPKPT yang akan bertugas selama dua tahun mendatang.

Kegiatan tersebut diikuti oleh dosen, tenaga kependidikan, staf, dan mahasiswa yang mengikuti proses seleksi calon anggota satgas. Turut hadir Direktur Direktorat Satuan Pengawas Internal Universitas Bosowa, Dr. Abd. Haris Hamid, S.H., M.Hum., Direktur Direktorat Etik dan Hukum, Dr. Asti Dwiyanti, S.H., M.H., Direktur Direktorat Kemahasiswaan dan Alumni, Bustanul Abduh, S.E., serta Ketua Panitia Pemilihan Calon Satgas PPKPT, Syahrul Ago, S.H., M.H.

Ketua Panitia Pemilihan Calon Satgas PPKPT, Syahrul Ago, menjelaskan bahwa pembentukan satgas merupakan tindak lanjut dari kebijakan terbaru pemerintah yang memperluas ruang lingkup penanganan dari yang sebelumnya berfokus pada kekerasan seksual menjadi seluruh bentuk kekerasan yang dapat terjadi di lingkungan perguruan tinggi.

Menurutnya, keberadaan Satgas PPKPT menjadi salah satu instrumen penting dalam menjaga keamanan dan perlindungan seluruh sivitas akademika. Selain itu, pembentukan satgas juga diharapkan mampu mendukung penguatan tata kelola perguruan tinggi yang berorientasi pada perlindungan hak, etika, dan kesejahteraan warga kampus.

“Melalui kegiatan ini, kami berharap dapat menjaring anggota Satgas PPKPT yang memiliki pemahaman yang baik dan siap menjalankan tugasnya dalam menciptakan lingkungan kampus yang aman bagi seluruh sivitas akademika,” ujar Syahrul Ago saat memberikan penjelasan kepada peserta kegiatan.

Sementara itu, Direktur Direktorat Etik dan Hukum Universitas Bosowa, Dr. Asti Dwiyanti, menegaskan bahwa proses pembentukan satgas dilakukan secara bertahap melalui berbagai tahapan seleksi, mulai dari bimbingan teknis hingga wawancara. Ia menilai kolaborasi antara Direktorat Etik dan Hukum dengan Satgas PPKPT nantinya akan menjadi fondasi penting dalam membangun budaya kampus yang sehat dan saling menghormati. “Kami berharap setelah terpilih nanti, anggota Satgas PPKPT dapat menjadi mitra strategis dalam membangun budaya kampus yang menjunjung tinggi etika, rasa aman, dan saling menghormati,” ungkap Dr. Asti Dwiyanti.

Pada kesempatan tersebut, Direktur Direktorat Satuan Pengawas Internal Universitas Bosowa, Dr. Abd. Haris Hamid, memaparkan perkembangan regulasi PPKPT yang saat ini mencakup enam bentuk kekerasan, yaitu kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan, kekerasan seksual, diskriminasi dan intoleransi, serta kebijakan yang mengandung unsur kekerasan. Ia menekankan bahwa anggota satgas harus memiliki integritas, profesionalisme, serta kemampuan bekerja secara independen dalam menangani berbagai laporan yang masuk.

“PPKPT bukan hanya tentang penindakan, tetapi bagaimana kita membangun sistem pencegahan yang efektif dan memastikan setiap korban mendapatkan perlindungan yang layak. Karena itu, anggota satgas harus responsif, profesional, dan berorientasi pada perlindungan korban,” tegasnya.

Melalui pelaksanaan bimbingan teknis ini, Universitas Bosowa kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat sistem perlindungan sivitas akademika melalui tata kelola kampus yang berlandaskan nilai etika, penghormatan terhadap hak asasi manusia, dan prinsip keadilan. Kehadiran Satgas PPKPT diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam mencegah dan menangani berbagai bentuk kekerasan serta mewujudkan lingkungan pendidikan tinggi yang aman, sehat, dan berintegritas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....