PSGA UIN Makassar dan UIN Jakarta Perkuat Kampus Inklusif Ramah Disabilitas

  • 12 Jun 2026 07:15 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar – Pusat Studi Gender dan Anak (PSGA) UIN Alauddin Makassar menggelar pertemuan strategis dan sharing session bersama PSGA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta serta Pusat Layanan Disabilitas (PLD) UIN Alauddin Makassar, Rabu 10 Juni 2026, di Ruang Rapat Wakil Rektor Bidang Kerja Sama dan Pengembangan Lembaga, Lantai 3 Gedung Rektorat UIN Alauddin Makassar. Kegiatan ini menjadi forum penguatan sinergi dalam mendorong pengarusutamaan gender, perlindungan anak, serta layanan inklusif bagi penyandang disabilitas di lingkungan perguruan tinggi.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LP2M) UIN Alauddin Makassar, Dr. Hj. Rosmini Amin, M.Th.I., yang hadir memberikan penguatan, menegaskan pentingnya kolaborasi antarunit dalam mewujudkan kampus yang aman, inklusif, dan berkeadilan. Menurutnya, PSGA dan Pusat Layanan Disabilitas memiliki peran strategis dalam mendukung kebijakan universitas yang berorientasi pada penghormatan hak asasi manusia, kesetaraan kesempatan, serta perlindungan terhadap kelompok rentan.

Ketua PSGA UIN Alauddin Makassar, Prof. Dr. Djuwariah Ahmad, M.Pd., M.TESOL., menyambut langsung delegasi PSGA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan tim PLD UIN Alauddin Makassar. Dalam sambutannya, ia menyampaikan bahwa isu gender, anak, dan disabilitas merupakan isu strategis yang saling berkaitan sehingga memerlukan pendekatan kolaboratif dalam penanganannya.

“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab untuk menghadirkan lingkungan akademik yang aman dari diskriminasi, kekerasan, maupun eksklusi sosial. Karena itu, sinergi antarunit menjadi sangat penting untuk memperkuat edukasi, advokasi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat,” ujarnya.

Delegasi PSGA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dipimpin oleh Kepala PSGA, Dr. Wiwi Siti Sajaroh, M.Ag., didampingi Koordinator Bidang Gender Musfiah Saidah, M.Si., Koordinator Bidang Anak Nadya Kharima, M.Kesos., serta Penata Layanan Operasional Anis Qurli Oktavia, S.Psi. Dalam sesi berbagi pengalaman, Dr. Wiwi memaparkan berbagai program unggulan PSGA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terkait pengarusutamaan gender, perlindungan anak, serta pendampingan kelompok rentan di lingkungan perguruan tinggi.

“Perguruan tinggi perlu memiliki sistem layanan yang adaptif dan kolaboratif untuk menjawab tantangan sosial yang terus berkembang, khususnya dalam mewujudkan lingkungan kampus yang aman dan inklusif bagi seluruh sivitas akademika,” ungkapnya.

Diskusi juga mengulas sejumlah isu aktual, di antaranya perlindungan perempuan dan anak, pencegahan kekerasan berbasis gender, penguatan kesadaran inklusi sosial, serta peningkatan akses layanan bagi penyandang disabilitas di lingkungan pendidikan tinggi. Dari unsur PLD UIN Alauddin Makassar, hadir Ketua PLD Eva Yustilawati, S.Kep., Ns., M.Kep., bersama Nurul Fadhilah Gani, S.Kep., Ns., M.Kep., dan Rahmat, mahasiswa Program Studi Keperawatan.

Eva menjelaskan bahwa layanan disabilitas merupakan bagian penting dalam upaya mewujudkan pendidikan tinggi yang inklusif. Menurutnya, mahasiswa penyandang disabilitas masih menghadapi berbagai tantangan, baik dalam aspek aksesibilitas fisik maupun nonfisik. “Diperlukan dukungan kebijakan dan kerja sama lintas unit untuk memastikan hak-hak mahasiswa difabel dapat terpenuhi secara optimal, sehingga mereka memiliki kesempatan yang setara dalam proses pendidikan,” jelas Eva.

Sementara itu, Rahmat turut membagikan pengalamannya sebagai mahasiswa difabel di lingkungan perguruan tinggi. Ia menilai keterlibatan mahasiswa penyandang disabilitas dalam proses perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program layanan sangat penting untuk memastikan program yang dijalankan benar-benar sesuai kebutuhan.

Melalui pertemuan ini, PSGA UIN Alauddin Makassar, PSGA UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan PLD UIN Alauddin Makassar berkomitmen memperkuat kerja sama dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta advokasi kebijakan guna mendukung terwujudnya kampus yang inklusif, responsif gender, ramah anak, dan ramah disabilitas.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....