ITPLN Dorong Percepatan Transisi Energi Nasional

  • 27 Mei 2026 10:09 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya – Institut Teknologi PLN menegaskan pentingnya percepatan transisi energi nasional. Langkah itu dinilai penting mengurangi dampak krisis iklim.

Hal itu disampaikan dalam Seminar Series Dies Natalis ke-28 ITPLN. Seminar mengusung tema orkestrasi kedaulatan energi surya nasional.

Wakil Rektor III ITPLN, Purnomo mengatakan potensi kerugian ekonomi Indonesia sangat besar. Kerugian diperkirakan mencapai Rp40.000 triliun pada 2048.

“Potensi kerugian akibat pemanasan bumi bisa mencapai 40 persen PDB nasional,” ujar Purnomo, Selasa, 26 Mei 2026.

Menurutnya, dampak pemanasan global memengaruhi sektor ekonomi, fiskal, dan moneter nasional. Karena itu, transisi energi menjadi kebutuhan mendesak.

Purnomo menjelaskan Indonesia menargetkan net zero emission pada 2060. Komitmen itu diperkuat melalui Paris Agreement dan regulasi energi nasional.

“Kalau terlambat memulai transisi energi, dampaknya akan jauh lebih besar,” katanya. Ia menilai percepatan energi surya membutuhkan sinergi seluruh elemen bangsa.

Direktur PT Trina Mas Agra Indonesia, Johan Hadi Wardoyo menyoroti target energi surya nasional. Pemerintah menargetkan pembangunan PLTS hingga 100 gigawatt.

Menurut Johan, energi surya menjadi pilihan paling realistis bagi Indonesia. Pengembangannya lebih cepat dibanding panas bumi maupun nuklir.

“Lompatannya luar biasa sampai 100 gigawatt,” kata Johan. “Kalau hydropower tergantung air, tapi matahari tidak ada paceknya."

Ia menyebut potensi energi surya Indonesia mencapai 3.294 gigawatt. Namun pemanfaatannya baru sekitar 1,5 gigawatt.

Johan berharap mahasiswa ITPLN menjadi penggerak transisi energi nasional. Pengembangan energi terbarukan juga mengurangi ketergantungan energi fosil.

“Kalau terus bergantung pada fosil, dampaknya besar terhadap ekonomi nasional,” ucapnya. Seminar tersebut menjadi bagian Dies Natalis ke-28 ITPLN, berfokus pada inovasi energi bersih dan kedaulatan energi nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....