Workshop Skema Kompetensi Perkuat Sertifikasi Lulusan Unibos Makassar

  • 26 Mei 2026 10:56 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar — Universitas Bosowa terus memperkuat kualitas lulusan yang kompeten dan siap bersaing di dunia kerja melalui pelaksanaan Workshop Penyusunan Skema Kompetensi LSP-P1 Universitas Bosowa. Kegiatan tersebut berlangsung pada Senin, 25 Mei 2026, di Ruang Rapat Senat Lantai 9 Gedung 1 Universitas Bosowa. Workshop ini menjadi langkah strategis dalam membangun sistem sertifikasi kompetensi yang terukur, relevan dengan kebutuhan industri, serta sesuai standar Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Melalui kegiatan tersebut, Universitas Bosowa berupaya memperkuat pengakuan profesional lulusan di berbagai bidang keahlian.

Ketua LSP-P1 Universitas Bosowa, Dr. Ratnawati, S.Pi., M.Si., dalam laporannya menyampaikan bahwa penyusunan skema kompetensi menjadi bagian penting dalam memastikan proses sertifikasi profesi berjalan efektif dan sesuai kebutuhan dunia kerja saat ini. Ia menjelaskan saat ini LSP-P1 Universitas Bosowa telah memiliki 12 skema kompetensi yang telah diverifikasi oleh BNSP dengan melibatkan enam program studi dari Universitas Bosowa dan Politeknik Bosowa. Pada workshop kali ini, sebanyak 22 program studi turut terlibat dalam penyusunan dan pengembangan skema kompetensi baru.

“Skema kompetensi menjadi jantung dari proses sertifikasi. Karena itu penyusunannya harus benar-benar memperhatikan kebutuhan industri, capaian pembelajaran program studi, serta standar kompetensi kerja nasional Indonesia,” ujar Dr. Ratnawati.

Sementara itu, Sekretaris Universitas Bosowa, Prof. Dr. Ir. Hadijah Mahyuddin, M.Si., yang mewakili Rektor Universitas Bosowa saat membuka kegiatan menegaskan bahwa kampus saat ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga lulusan yang memiliki pengakuan kompetensi profesional. Menurutnya, penguatan sertifikasi profesi menjadi bagian penting dalam transformasi pendidikan tinggi yang lebih adaptif terhadap perkembangan industri dan kebutuhan dunia kerja yang terus berubah.

“Penyusunan skema kompetensi ini sangat penting bagi setiap program studi di Universitas Bosowa. Kampus hari ini dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berijazah, tetapi juga lulusan yang memiliki pengakuan kompetensi dan kesiapan menghadapi kebutuhan industri,” katanya.

Materi utama workshop dibawakan oleh Master Asesor BNSP, Ahmad Daud, S.TP., M.Si. Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa penyusunan skema sertifikasi harus mampu menggambarkan kompetensi nyata yang dibutuhkan industri sehingga sertifikat yang dimiliki lulusan memiliki nilai profesional yang kuat. “Skema sertifikasi tidak boleh hanya administratif. Skema harus mampu menggambarkan kompetensi nyata yang dibutuhkan industri sehingga sertifikat yang dimiliki lulusan benar-benar memiliki nilai dan pengakuan profesional,” ujarnya.

Melalui workshop tersebut, Universitas Bosowa berharap mampu memperkuat ekosistem pendidikan berbasis kompetensi serta menghasilkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki daya saing profesional di tingkat nasional maupun internasional.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....