Misi Penyelamatan Neil Gehrels Swift Observatory kian Dekat, LINK Siap Mengorbit
- 09 Mei 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Katalyst Space Technologies menuntaskan uji lingkungan wahana robotik LINK di Goddard Space Flight Center untuk misi berisiko tinggi menaikkan orbit Swift yang terancam jatuh ke atmosfer.
- Pengembangan dilakukan dalam waktu singkat di bawah tekanan waktu, dengan pengujian getaran dan vakum termal guna memastikan kesiapan sebelum peluncuran.
RRI.CO.ID, Maryland - Upaya penyelamatan Neil Gehrels Swift Observatory milik NASA semakin mendekati tahap peluncuran. Perusahaan Katalyst Space Technologies merampungkan uji lingkungan wahana robotik LINK.
Mengutip laman resminya, Sabtu, 9 Mei 2026, pengujian dilakukan di Goddard Space Flight Center pada 4 Mei lalu. Wahana LINK dirancang untuk bertemu dengan Swift di orbit rendah Bumi dan meningkatkan ketinggian orbitnya.
Misi ini dinilai berisiko tinggi namun berpotensi memberikan hasil besar. Ini mengingat Swift terancam kembali memasuki atmosfer Bumi pada tahun ini jika tidak segera dinaikkan orbitnya.
Direktur misi Swift di NASA, John Van Eepoel, menyebut pengembangan wahana ini berlangsung cepat, hanya dalam delapan bulan. NASA juga memberikan dukungan fasilitas dan keahlian teknis selama proses pengujian berlangsung.
Setelah menyelesaikan uji lingkungan, tim Katalyst memindahkan wahana LINK ke fasilitas mereka di Colorado. Tujuannya untuk menjalani pengujian pra-peluncuran tambahan.
Misi ini menghadapi tekanan waktu karena penurunan orbit Swift dipercepat oleh hambatan atmosfer yang meningkat akibat aktivitas Matahari. Kontrak pengangkatan orbit Swift diberikan NASA kepada Katalyst pada September 2025, dengan tenggat waktu kurang dari satu tahun.
Peneliti utama LINK, Kieran Wilson, menyatakan tim harus menyeimbangkan antara pengujian dan kecepatan pengembangan. Hal ini demi memastikan peluang keberhasilan misi.
Dalam pengujian, para insinyur mensimulasikan getaran saat peluncuran menggunakan roket Northrop Grumman Pegasus. Selain itu, uji vakum termal dilakukan dengan mensimulasikan kondisi ekstrem luar angkasa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....