Doktor ITS Kembangkan Rantai Pasok Pangan Berbasis Blockchain IoT

  • 28 Apr 2026 20:56 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Doktor dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember berhasi menghadirkan inovasi rantai pasok pangan berlabel halal. Ia adalah Miftakhurrizal Kurniawan dengan riset berbasis blockchain dan IoT.

Dalam disertasinya, Miftakh menilai sistem ketelusuran pangan konvensional masih terbatas. Keterbatasan ini berdampak pada efisiensi serta akurasi data yang belum optimal.

Ia menyebut kondisi tersebut berisiko terhadap keamanan pangan dan kepercayaan konsumen. “Risiko keamanan pangan meningkat dan kepercayaan konsumen dapat menurun,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.

Menurutnya, ketelusuran penting untuk menjamin keamanan dan kehalalan produk pangan. “Sistem ketelusuran yang baik memungkinkan pelacakan asal produk secara cepat dan tepat,” katanya.

Miftakh mengintegrasikan teknologi blockchain dan IoT dalam model penelitiannya. “Blockchain menjaga data aman, sedangkan IoT mengumpulkan data secara real time,” katanya.

Penelitian ini menggunakan pendekatan sistem dinamik untuk memodelkan rantai pasok. “Pendekatan ini menggambarkan hubungan variabel secara menyeluruh dan dinamis,” ujarnya.

Hasil penelitian menunjukkan peningkatan ketersediaan pangan sebesar 5 persen. Selain itu, food waste di tingkat konsumen menurun sebesar 3 persen.

Ia menilai peningkatan kapasitas penyimpanan petani memberi dampak signifikan pada efisiensi. “Langkah ini terbukti paling berpengaruh dalam meningkatkan efisiensi sistem,” katanya.

Sebagai dosen Universitas Brawijaya, Miftakh menekankan pentingnya transparansi rantai pasok. “Transparansi penting untuk membangun kepercayaan terhadap produk halal dan aman,” ujarnya.

Ia berharap model ini dapat diterapkan luas di industri pangan Indonesia.“Penelitian ini juga mendukung tujuan SDGs terkait ketahanan pangan dan konsumsi bertanggung jawab,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....