Strip Halal ITS Deteksi Kandungan Minyak Babi

  • 27 Mei 2026 21:38 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Kepastian kandungan halal-haram pangan menjadi perhatian umat muslim, terutama saat bepergian ke negara mayoritas non-muslim. Menjawab kekhawatiran itu, tim Institut Teknologi Sepuluh Nopember mengembangkan strip test kit pendeteksi minyak babi.

Inovasi tersebut dirancang praktis, ekonomis, dan mudah digunakan masyarakat. Penelitian dipimpin Ruri Agung Wahyuono bersama Agus Muhamad Hatta dari tim Pusat Studi Halal ITS.

Ruri menjelaskan alat dirancang menyerupai setrip pengecek pH air. Pengguna tidak perlu melakukan pengujian laboratorium yang rumit.

Alat ini bekerja menggunakan prinsip perubahan warna berbasis material nano. Teknologi tersebut menggantikan metode PCR maupun deteksi elektrokimia.

Ruri menyebut eksperimen dilakukan untuk memperoleh reagen paling sensitif terhadap minyak babi. Sistem deteksi dikembangkan melalui sinyal optis perubahan warna.

“Jadi akan terjadi perubahan warna dari reagen akibat bereaksi secara kimia dengan kandungan minyak,” ujar Ruri, Selasa, 26 Mei 2026. Ia menilai metode tersebut lebih praktis dan efisien digunakan masyarakat.

Ke depan, tim ITS berencana mengembangkan alat pendeteksi bahan pemicu alergi. Pengembangan tetap memakai metode kolorimetri dengan formulasi reagen berbeda.

“Tidak hanya terbatas halal dan haram, bahan pemicu alergi juga akan kami kembangkan,” ucapnya. Menurutnya, inovasi ini membantu masyarakat memastikan keamanan makanan.

Ruri berharap alat tersebut memudahkan muslim traveler memeriksa kandungan pangan saat bepergian. Inovasi ini juga mendukung keamanan konsumsi kuliner UMKM.

ITS berkomitmen memproduksi material dan alat deteksi secara mandiri. Langkah itu mendukung ekosistem entrepreneurial university dan mengurangi ketergantungan impor.

Harga setrip pendeteksi diperkirakan sekitar Rp10 ribu untuk sekali pengujian. “Harga jual akan lebih rendah jika diproduksi dalam skala besar,” katanya.

Inovasi tersebut turut mendukung target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs. Fokus utamanya mencakup kesehatan, pendidikan, serta inovasi industri.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....