Radio dan Televisi Perlu Pahami Pasar Audiens di Era Digital
- 25 Apr 2026 15:44 WIB
- Denpasar
RRI.CO.ID, Denpasar – Radio dan televisi perlu memahami perubahan perilaku audiens sebagai strategi bertahan di tengah persaingan platform digital. Selain beradaptasi dengan perkembangan teknologi, lembaga penyiaran juga didorong menyesuaikan ragam program serta melibatkan audiens secara lebih partisipatif.
Dosen Ilmu Komunikasi Universitas Udayana, Dr. Ni Made Ras Amanda Gelgel, kepada RRI.CO.ID mengatakan, lembaga penyiaran perlu terus beradaptasi agar mampu bertahan di tengah perubahan pola konsumsi media masyarakat. Menurutnya, kemampuan membaca pasar audiens menjadi bagian penting dalam strategi penyiaran di era digital.
“Yang perlu dilakukan adalah siapa yang bisa beradaptasi maka dia akan bertahan. Seperti halnya radio, radio kemudian beradaptasi dan radio sampai saat ini bisa bertahan. Televisi juga seperti itu, dia mulai harus beradaptasi, menyesuaikan banyak hal, mulai dari menyesuaikan jenis dan peragam dari acaranya hingga bagaimana kemudian melibatkan audiensnya,” ujar Ras Amanda Gelgel.
Ras Amanda menambahkan, perubahan pola komunikasi membuat audiens tidak lagi hanya menjadi penerima informasi, namun perlu dilibatkan dalam interaksi yang lebih terbuka. Pemahaman terhadap pasar audiens, menurutnya, menjadi langkah penting agar lembaga penyiaran tetap relevan menjangkau masyarakat, khususnya generasi muda.
“Pasar televisi ini kan sudah mengecil, pasarnya sudah bergerak. Oleh karena itu lembaga penyiaran juga harus mengetahui pasarnya. Walaupun di daerah-daerah geografis tertentu televisi masih yang utama, tapi tetap saja pasar terbesarnya adalah anak muda,” ujar Ras Amanda Gelgel.
Melalui adaptasi konten dan pemahaman terhadap pasar audiens, radio dan televisi diharapkan tetap mampu bertahan dan relevan di tengah disrupsi digital.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....