NASA Matangkan Persiapan Peluncuran Artemis II, Kru Kenakan Baju Antariksa

  • 02 Apr 2026 06:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • NASA melanjutkan hitung mundur peluncuran misi Artemis II dengan serangkaian proses pengisian bahan bakar roket Space Launch System (SLS).
  • Empat astronaut Artemis II menjalani persiapan akhir, termasuk pengarahan cuaca dan mengenakan baju antariksa Orion Crew Survival System.
  • Prakiraan cuaca menunjukkan 80 persen kondisi mendukung peluncuran.

RRI.CO.ID, Florida - NASA terus melanjutkan rangkaian hitung mundur peluncuran misi Artemis II, Kamis 2 April 2026 WIB. Keempat awak memulai aktivitas dengan panggilan bangun pada pukul 09.25 waktu setempat sebelum menjalani rangkaian persiapan akhir.

Mereka kemudian menerima pengarahan cuaca di Astronaut Crew Quarters, Gedung Neil A. Armstrong Operations and Checkout Building. Tim menyampaikan kondisi terbaru di Launch Pad 39B, zona pemulihan, serta lokasi alternatif jika terjadi keadaan darurat.

Pejabat cuaca NASA dan U.S. Space Force Space Launch Delta 45 memprediksi kondisi cuaca berpeluang 80 persen mendukung. Namun, mereka tetap memantau potensi gangguan seperti awan kumulus, hujan, dan kecepatan angin di darat.

Sementara itu, tim peluncuran NASA juga menjalankan berbagai tahapan pengisian bahan bakar roket Space Launch System (SLS). Dimulai dengan tahap chilldown, mendinginkan jalur bahan bakar dan komponen roket menggunakan hidrogen cair bersuhu sangat rendah.

Selanjutnya tim menuju tahapan slow fill dan fast fill. Ini merupakan proses pengisian bertahap hidrogen cair (LH2) dan oksigen cair (LOX) ke tangki roket.

Kedua bahan bakar kriogenik tersebut diperlukan untuk menggerakkan mesin utama RS-25 pada tahap inti roket serta mesin RL10 pada tahap atas roket. Bagian ini akan membantu membawa kapsul Orion menuju orbit bumi tinggi sebelum menuju bulan.

Kemudian, sistem tangki memasuki mode topping dan replenish. Tujuannya untuk menjaga jumlah bahan bakar tetap stabil karena bahan bakar super dingin secara alami dapat menguap.

Sementara proses teknis berlangsung, para astronot juga mulai mengenakan Orion Crew Survival System. Ini merupakan baju antariksa berwarna oranye terang yang dirancang khusus untuk keselamatan selama fase dinamis penerbangan.

Empat astronaut mengenakan baju antariksa Orion Crew Survival System saat menjalani persiapan akhir menjelang peluncuran misi Artemis II di Kennedy Space Center, Florida, Amerika Serikat (AS) (Foto: Tangkapan layar siaran langsung NASA Artemis II)

Baju ini dibuat khusus sesuai ukuran masing-masing astronot dengan berbagai peningkatan dibandingkan pada era pesawat ulang-alik. Lapisan luar baju dilengkapi sistem pengatur suhu yang lebih baik agar astronaut tetap sejuk dan kering dan tahan api.

Helm awak juga dirancang lebih ringan untuk meningkatkan kenyamanan dan komunikasi. Sarung tangan mereka dirancang lebih kuat dan kompatibel dengan layar sentuh.

Tim teknisi kemudian melakukan pemeriksaan kebocoran serta memastikan sistem pendukung kehidupan, termasuk suplai udara dan daya. Seluruh rangkaian persiapan ini menjadi bagian dari tahap akhir menuju peluncuran Artemis II.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....