Fenomena Pink Moon Awal April 2026: Mengapa Disebut Merah Jambu?
- 30 Mar 2026 14:39 WIB
- Nunukan
RRI.CO.ID, Nunukan-Fenomena Pink Moon akan mencapai puncak pada Kamis, 2 April 2026 mendatang. Dinamakan Pink Moon bukan karena bulan berubah warna menjadi merah jambu (pink), justru warna bulan tetap keemasan, kuning pucat, atau putih keperakan bercahaya.
Penamaan Pink Moon berasal dari bunga liar Phloc subulata yang mekar di awal musim semi. Keterkaitan penamanaan dengan flora ini sangat relevan dengan upaya pelestarian alam dan pemahaman terhadap ekosistem daratan.
Pada zaman dahulu, suku-suku asli Amerika memanfaatkan siklus fase bulan sebagai "kalender hidup" untuk melacak pergantian musim. Mekarnya bunga liar Phlox subulata (sering disebut moss pink) menjadi indikator alami yang penting bagi keseimbangan ekosistem, menandakan berakhirnya musim dingin yang keras.
Pada tahun 2026, puncak purnama Pink Moon April 2026 akan jatuh pada hari Kamis, 2 April 2026 pukul 09:11 WIB. Kondisi ini terjadi karena pada jam puncak, matahari sudah terbit tinggi di langit.
Di tahun ini, Pink Moon juga akan ditemani oleh bintang terang kebiruan bernama Spica dari rasi bintang Virgo. Waktu yang tepat mengamati pada malam 1 April atau malam 2 April 2026.
Saat Anda melihat Pink Moon baru saja terbit di batas cakrawala, bulan akan tampak luar biasa raksasa. Fenomena ini disebut sebagai Ilusi Bulan (Moon Illusion).
Hal ini terjadi karena otak kita membandingkan ukuran bulan dengan objek di sekitarnya seperti pohon atau gedung. Otak kita pun tertipu dan menginterpretasikan bulan tampak lebih besar daripada saat berada tinggi di langit kosong.
Untuk bisa mengamatinya, anda perlu mencari tempat lapang dan minim polusi cahaya. Kemudian, lihatlah ke arah timur saat bulan mulai terbit.
Gunakan kamera HP mode malam (Night Mode) atau tripod untuk mengabadikannya.
Sumber: pendidikan-matematika.fmipa.unesa.ac.id
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....