Mengenal dan Penyebab Deja Vu
- 10 Mar 2026 11:10 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Pernahkah merasa saat mengobrol dengan teman di tempat baru, lalu tiba-tiba terhenti karena merasa bahwa momen tersebut mulai dari posisi duduk, pakaian, hingga kalimat yang diucapkan pernah terjadi sebelumnya? Padahal, itu adalah kali pertama berada di tempat tersebut. Fenomena ini disebut Déjà Vu, sebuah istilah bahasa Prancis yang berarti "sudah pernah melihat."
Banyak orang mengaitkan Déjà Vu dengan kehidupan di masa lalu atau kemampuan meramal masa depan. Namun, para ilmuwan punya penjelasan logis untuk hal tersebut. Riset dari Southern Methodist University menunjukkan bahwa Déjà Vu terjadi karena adanya gangguan teknis ringan di pusat memori otak.
| Baca juga: Alasan Anak Sering Mengeluh |
Seharusnya informasi yang diterima indera manusia akan diproses otak sebagai memori jangka pendek. Tetapi malahan data tersebut, justru secara keliru tersimpan langsung ke memori jangka panjang. Menyebabkan otak merasa sedang memanggil memori lama. Akibatnya, otak tertipu dan menganggap pengalaman yang baru saja terjadi sebagai memori masa lalu yang muncul kembali.
Peneliti dari Colorado State University, Anne Cleary, mengajukan teori bahwa Déjà Vu adalah bentuk pengenalan pola yang tidak lengkap. Otak kita menyimpan memori seperti kepingan puzzle. Jika berada di tempat yang memiliki tata letak dan pola cahaya yang mirip dengan tempat yang pernah dikunjungi sebelumnya, otak akan mendeteksi kemiripan tersebut. Otak hanya memberikan perasaan familiar tanpa mampu memunculkan gambaran memorinya secara utuh.
| Baca juga: Semangat Awal Muharram |
Ada penjelasan lain bernama Delayed Neural Transmission. Disebutkan bahwa otak memiliki jalur saraf kompleks untuk menerima informasi.
Jika ada sedikit saja keterlambatan pada salah satu jalur saat mengirim data dari indera ke otak, otak akan menerima sinyal yang sama dua kali. Proses pertama terjadi di alam bawah sadar, lalu disusul oleh proses kedua di alam sadar. Karena jedanya sangat tipis, otak mengira pengalaman baru tersebut sebagai ingatan lama yang muncul kembali.
Déjà Vu bukanlah sisa memori masa lalu atau ramalan masa depan. Itu hanyalah tanda bahwa otak Anda sedang mengalami gangguan teknis ringan dalam mengelola memori. Fenomena ini menjadi pengingat bahwa realitas yang dirasakan sebagai hasil dari sinkronisasi jutaan sel saraf yang bekerja dalam kecepatan cahaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....