Semangat Awal Muharram
- 19 Jun 2026 22:22 WIB
- Pekanbaru
RRI.CO.ID, Pekanbaru - Awal Muharram menandai pergantian tahun baru dalam kalender Hijriah. Bagi umat Islam, momen ini bukan sekadar pergantian angka tahun, tetapi juga menjadi kesempatan untuk melakukan refleksi diri.
Muharram termasuk salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam, sehingga kehadirannya disambut dengan berbagai kegiatan yang bernilai keagamaan. Disadur dari Kementerian Agama RI. Kalender Hijriah dan Sejarah Tahun Baru Islam. Jakarta: Kemenag RI, di berbagai daerah di Indonesia, masyarakat memiliki tradisi yang beragam dalam menyambut Awal Muharram.
Ada yang menggelar doa bersama, pengajian, santunan anak yatim, hingga pawai yang bernuansa islami. Tradisi tersebut menjadi sarana untuk mempererat silaturahmi sekaligus mengingatkan pentingnya memulai tahun baru dengan amal kebaikan.
Selain kegiatan sosial, sebagian umat Islam memanfaatkan bulan Muharram untuk meningkatkan ibadah. Mereka memperbanyak membaca Al-Qur'an, berzikir, bersedekah, dan menjalankan puasa sunah. Salah satu yang dianjurkan adalah puasa pada tanggal 10 Muharram atau Hari Asyura, yang memiliki keutamaan tersendiri dalam ajaran Islam.
Tradisi Awal Muharram juga mengandung nilai pendidikan bagi generasi muda. Melalui berbagai kegiatan keagamaan, anak-anak dan remaja diajak mengenal sejarah Hijriah serta memahami makna hijrah. Hijrah tidak hanya berarti berpindah tempat, tetapi juga berpindah dari kebiasaan kurang baik menuju kehidupan yang lebih baik.
Karena itu, tradisi Awal Muharram patut dijaga sebagai bagian dari syiar Islam dan budaya yang positif. Dengan menjadikan tahun baru Hijriah sebagai momentum introspeksi dan perbaikan diri, umat Islam dapat melangkah ke masa depan dengan semangat baru, harapan baru, dan tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....