SPMF Dorong Pertanian Berkelanjutan dan Pengelolaan Pestisida

  • 30 Jan 2026 16:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - CropLife Indonesia menegaskan dukungan terhadap pertanian berkelanjutan nasional melalui SPMF. Pemaparan kerangka itu digelar untuk melibatkan berbagai pemangku kepentingan utama.

Sustainable Pesticide Management Framework (SPMF) menjadi kerangka pengelolaan pestisida berkelanjutan Indonesia yang sistematis. Kegiatan menghadirkan perwakilan Kementerian Pertanian dan BRIN, serta lintas institusi.

Kegiatan ini sejalan dengan komitmen pemerintah memperkuat ketahanan pangan. Program strategis seperti pupuk subsidi dan alsintan menjadi fondasi transisi pertanian.

“SPMF menjadi kerangka nasional untuk penggunaan pestisida yang aman. Untuk itu, kami ingin memastikan produk perlindungan tanaman tidak mengancam lingkungan,” kata Chairman CropLife Indonesia, Kukuh Ambar Waluyo, di Jakarta, Kamis, 29 Januari 2026.

Menurutnya, Indonesia menghadapi tantangan iklim, geopolitik, dan alih fungsi lahan. Keterbatasan SDM dan kebutuhan teknologi modern menuntut inovasi pertanian.

CropLife Indonesia memperkenalkan SPMF sebagai kerangka kolaboratif dan ilmiah. Tujuannya memperkuat kebijakan pengelolaan produk perlindungan tanaman yang aman.

SPMF mencerminkan nilai SPIRIT CropLife Indonesia yang berkelanjutan. Nilai tersebut meliputi Sustainable, Partnership, Integrity, Responsibility, Innovation, Technology.

Kerangka SPMF memiliki tiga pilar utama yang saling terintegrasi. Pilar tersebut fokus pada teknologi, inovasi, dan praktik bertanggung jawab.

Pilar pertama mendorong adopsi teknologi perlindungan tanaman berbasis risiko. Penilaian risiko merujuk pada UN Code of Conduct on Pesticide Management.

Pilar kedua menguatkan inovasi dan digitalisasi pertanian secara nasional. Termasuk SOP drone, dashboard pendaftaran varietas, dan pengembangan biopestisida.

Pilar ketiga menekankan praktik bertanggung jawab melalui pelatihan berkelanjutan. Pelatihan mencakup stewardship, pengelolaan resistensi, dan kemasan bekas.

SPMF juga mendukung harmonisasi standar Batas Maksimum Residu (MRL). Standar ini menjadi tolok ukur keamanan pangan ekspor dan impor.

Kepala Pusat Perlindungan Varietas Tanaman dan Perizinan Pertanian Kementerian Pertanian, Leli Nurhayati mengatakan, SPMF dapat mendukung pembangunan sistem pangan berkelanjutan. Khususnya dalam pemanfaatan pestisida ramah lingkungan.

“Program ini tentunya sangat mendukung bagi pembangunan sosembaga pangan yang berkelanjutan. Utamanya adalah pemanfaatan pestisida yang ramah lingkungan,” kata Leli.

Menurutnya, kerangka SPMF ini berpotensi membantu berbagai program pertanian nasional. Lantaran memperkuat aspek keamanan dan kesehatan konsumen dari produk pertanian.

Pengelolaan pestisida yang lebih terstandar dinilai penting untuk menjaga kualitas dan keberlanjutan hasil produksi. Ia juga menyoroti peluang penerapan teknologi dalam implementasi SPMF, termasuk pemanfaatan drone di sektor pertanian.

“Mudah-mudahan segera beberapa kegiatannya seperti misalnya inovasi pemanfaatan drone.Bagaimana mendukung kami agar para petani itu memanfaatkan drone itu dengan SOP yang benar,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....