BRIN Ingatkan Pentingnya Konservasi Usai Temukan Katak Baru di Merapi

  • 06 Jul 2026 11:57 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tim peneliti juga melakukan kajian terhadap koleksi spesimen yang tersimpan di Museum Zoologicum Bogoriense
  • Berdasarkan hasil penelitian, Philautus candrageni diketahui memiliki distribusi yang sangat terbatas di lereng Gunung Merapi
  • Kekayaan spesies Indonesia dinilai masih terus terungkap melalui berbagai penelitian ilmiah yang berkelanjutan

RRI.CO.ID, Jakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengingatkan pentingnya upaya konservasi setelah menemukan spesies baru katak semak di lereng Gunung Merapi, Yogyakarta. Spesies tersebut diberi nama Philautus candrageni dan menambah daftar kekayaan hayati amfibi endemik di Pulau Jawa.

Penemuan tersebut merupakan hasil penelitian tim Pusat Riset Biosistematika dan Evolusi BRIN yang dipimpin Alamsyah Elang Nusa Herlambang. Penelitian dilakukan melalui survei lapangan di Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta selama periode 2017 hingga 2025.

Tim peneliti juga melakukan kajian terhadap koleksi spesimen yang tersimpan di Museum Zoologicum Bogoriense, Direktorat Pengelolaan Koleksi Ilmiah BRIN. Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal internasional ZootaxaVolume 5768 edisi Maret 2026.

Dalam publikasinya, para peneliti melaporkan bahwa Philautus candrageni merupakan spesies baru katak semak yang ditemukan di kawasan Gunung Merapi. Penemuan ini sekaligus menambah jumlah spesies endemik genus Philautus di Pulau Jawa yang sebelumnya hanya terdiri atas tiga spesies.

Alamsyah mengatakan, spesies baru tersebut memiliki karakteristik morfologi, genetik, dan bioakustik yang berbeda dibandingkan kerabat terdekatnya. Katak tersebut memiliki ukuran tubuh sedang, tekstur kulit relatif halus, serta pola panggilan kawin yang unik.

"Philautus candrageni memiliki ciri tubuh berukuran sedang. Selain itu, pola panggilan kawin yang terdiri atas tiga nada berbeda," kata Alamsyah dalam keterangannya dikutip dalam laman brin.go.id, Senin, 6 Juli 2026.

Berdasarkan hasil penelitian, Philautus candrageni diketahui memiliki distribusi yang sangat terbatas di lereng Gunung Merapi. Spesies tersebut hidup di habitat perkebunan dan kawasan pegunungan dengan ketinggian menengah.

Menurut Alamsyah, spesies endemik dengan wilayah sebaran terbatas memiliki tingkat kerentanan yang tinggi terhadap perubahan lingkungan. Ancaman tersebut dapat berasal dari degradasi habitat akibat aktivitas manusia maupun perubahan ekosistem pegunungan.

"Karena itu, diperlukan upaya konservasi yang lebih terarah. Tujuannya untuk menjaga habitat alami spesies endemik agar keberlangsungan populasinya tetap terjaga di alam," ujarnya.

Penemuan tersebut menambah data penting mengenai keanekaragaman hayati amfibi Indonesia dan memperkuat posisi Indonesia sebagai negara megabiodiversitas dunia. Kekayaan spesies Indonesia dinilai masih terus terungkap melalui berbagai penelitian ilmiah yang berkelanjutan.

BRIN menegaskan akan terus melakukan eksplorasi dan kajian biodiversitas Indonesia sebagai bagian dari upaya pengungkapan keanekaragaman hayati nasional. Langkah tersebut juga diharapkan mendukung penguatan basis data ilmiah dan strategi konservasi spesies endemik Indonesia secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....