Sejarah, 125 Tahun Angkatan Darat Australia Dipimpin Seorang Perempuan
- 19 Jul 2026 19:55 WIB
- Sorong
RRI.CO.ID, Sorong - Australia mencatat sejarah baru dalam dunia militer. Untuk pertama kalinya dalam 125 tahun sejarah Angkatan Darat Australia, seorang perempuan ditunjuk sebagai pemimpin angkatan darat negara tersebut. Jabatan bergengsi itu akan diemban oleh Letnan Jenderal Susan Coyle, yang dijadwalkan mulai menjabat sebagai Chief of Army pada Juli 2026.
Penunjukan Susan Coyle diumumkan pemerintah Australia sebagai bagian dari perombakan kepemimpinan di Australian Defence Force (ADF). Ia akan menggantikan Letnan Jenderal Simon Stuart dan menjadi perempuan pertama yang memimpin Angkatan Darat Australia sejak institusi tersebut dibentuk pada 1902.
Susan Coyle bukan sosok baru di lingkungan militer Australia. Perwira bintang tiga ini telah mengabdi selama hampir 40 tahun sejak bergabung dengan Angkatan Darat pada 1987.
Sepanjang kariernya, Coyle memegang berbagai jabatan strategis, mulai dari memimpin satuan komunikasi, bertugas dalam operasi di Timor Leste, Kepulauan Solomon, Afghanistan, hingga Timur Tengah. Sebelum ditunjuk sebagai Kepala Angkatan Darat, ia menjabat sebagai Chief of Joint Capabilities, salah satu posisi paling senior di Australian Defence Force yang membawahi berbagai kemampuan pertahanan modern, termasuk siber dan peperangan informasi.
Perdana Menteri Australia Anthony Albanese menyebut penunjukan Coyle sebagai momen bersejarah bagi negara. Menurutnya, kehadiran perempuan di pucuk pimpinan Angkatan Darat menjadi simbol perubahan sekaligus inspirasi bagi generasi penerus yang ingin berkarier di dunia militer.
Menteri Pertahanan Richard Marles juga menyatakan bahwa pencapaian tersebut membuktikan semakin terbukanya peluang kepemimpinan bagi perempuan di lingkungan pertahanan. Ia mengutip pernyataan Susan Coyle, "You cannot be what you cannot see," yang menggambarkan pentingnya kehadiran figur perempuan di posisi tertinggi sebagai teladan bagi anggota militer lainnya.
Penunjukan Susan Coyle terjadi ketika Australian Defence Force tengah berupaya meningkatkan jumlah personel perempuan dan memperkuat budaya kerja yang lebih inklusif. Dalam beberapa tahun terakhir, institusi pertahanan Australia juga menghadapi sorotan terkait dugaan pelecehan seksual, diskriminasi, dan perlakuan tidak setara terhadap personel perempuan.
Kehadiran Coyle di kursi pimpinan diharapkan tidak hanya membawa pengalaman operasional yang luas, tetapi juga memperkuat reformasi internal dalam tubuh Angkatan Darat Australia.
Pengangkatan Susan Coyle menjadi Chief of Army menandai babak baru dalam sejarah militer Australia. Setelah lebih dari satu abad didominasi oleh laki-laki, jabatan tertinggi di Angkatan Darat kini dipegang oleh seorang perempuan yang telah membangun karier panjang melalui berbagai penugasan strategis.
Momentum ini tidak hanya menjadi pencapaian pribadi bagi Susan Coyle, tetapi juga mencerminkan perubahan yang lebih luas dalam dunia pertahanan, di mana kompetensi dan kepemimpinan semakin menjadi tolok ukur utama, tanpa memandang gender.
(Grace)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....