Iran Minta Houthi Siap Tutup Jalur Pelayaran Laut Merah
- 17 Jul 2026 13:49 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Menurut laporan Reuters, Iran meminta kelompok Houthi bersiap menutup jalur pelayaran di Laut Merah jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur kelistrikan Iran.
- Sumber menyebut Houthi telah menempatkan rudal dan drone di dekat Selat Bab el-Mandeb dan tinggal menunggu perintah untuk memulai operasi.
- Penutupan Bab el-Mandeb berpotensi mengganggu dua jalur utama ekspor minyak Timur Tengah setelah Selat Hormuz ditutup, sehingga meningkatkan risiko krisis energi dan eskalasi konflik di kawasan.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran dilaporkan meminta kelompok Houthi di Yaman bersiap menutup jalur pelayaran di Laut Merah. Hal tersebut akan dilakukan jika Amerika Serikat menyerang infrastruktur kelistrikan Iran, dilansir dari Reuters, Jumat, 17 Juli 2026.
Tiga sumber yang mengetahui persoalan tersebut mengatakan rencana itu telah dibahas oleh para pemimpin Iran dan disampaikan kepada Houthi. Menurut sumber tersebut, Houthi telah menerima permintaan dari Teheran dalam beberapa waktu terakhir.
Namun, belum diketahui kapan tepatnya pesan tersebut disampaikan. Hingga kini, pemerintah Iran maupun kelompok Houthi belum memberikan tanggapan resmi terkait laporan tersebut.
Sumber yang dekat dengan Houthi mengatakan kelompok itu telah menyelesaikan persiapan militer. Sumber tersebut mengatakan bahwa Houthi telah menempatkan rudal dan drone di dekat Selat Bab el-Mandeb.
Persenjataan tersebut disiagakan sambil menunggu perintah untuk memulai serangan. Selat Bab el-Mandeb merupakan pintu masuk menuju Laut Merah dan menjadi salah satu jalur pelayaran energi penting dunia.
Penutupan jalur tersebut dinilai berpotensi memperburuk krisis energi global, terlebih setelah Iran lebih dahulu menutup Selat Hormuz. Jika Houthi melancarkan serangan terhadap kapal atau pelabuhan di Laut Merah, dua jalur utama ekspor minyak Timur Tengah akan terganggu.
Kondisi tersebut juga dikhawatirkan memperluas konflik antara Iran dan Amerika Serikat. Sumber tersebut menambahkan keputusan mengenai penutupan Selat Bab el-Mandeb berada di tangan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Sejumlah analis menilai eskalasi tersebut dapat mengancam jalur alternatif ekspor minyak dari kawasan Teluk. Arab Saudi juga dilaporkan memandang serius ancaman Iran dan Houthi serta mengetahui adanya koordinasi yang semakin erat di antara keduanya.
Saat ini, sebagian besar ekspor minyak Teluk telah dialihkan ke Laut Merah melalui jaringan pipa Arab Saudi. Jalur tersebut mengangkut tujuh persen pasokan energi global, 70 persen ekspor energi Arab Saudi disalurkan melalui pelabuhan di pesisir Laut Merah.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....