Krisis Energi Global, Aramco Waspadai Pemulihan Pasar yang Lambat

  • 12 Mei 2026 16:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • CEO Amin Nasser memperingatkan bahwa pasar energi global masih dalam tekanan besar setelah dunia kehilangan sekitar 1 miliar barel minyak dalam dua bulan terakhir.
  • Gangguan pasokan terjadi akibat blokade Iran di Selat Hormuz yang menghambat pengiriman minyak, memperburuk ketegangan geopolitik dan mendorong kenaikan harga energi global.
  • Nasser menegaskan pemulihan pasar tidak akan cepat karena rendahnya cadangan minyak dan kurangnya investasi jangka panjang, meski Aramco menggunakan East-West Pipeline untuk menjaga distribusi minyak tetap berjalan.

RRI.CO.ID, Riyadh — CEO Aramco Amin Nasser memperingatkan bahwa pasar energi global masih berada dalam tekanan besar. Ia menyebut dunia telah kehilangan sekitar 1 miliar barel minyak dalam dua bulan terakhir, dilansir dari Reuters, Selasa, 12 Mei 2026.

Menurutnya, kondisi tersebut akan memperlambat pemulihan pasar energi global meski distribusi minyak kembali berjalan normal. Nasser mengatakan pasar energi membutuhkan waktu untuk kembali stabil karena sistem energi global saat ini berada di bawah tekanan besar.

Ia menegaskan fokus utama Aramco adalah menjaga aliran pasokan energi tetap berjalan di tengah situasi global yang tidak menentu. Pasokan energi dunia mengalami gangguan akibat blokade Iran di Selat Hormuz yang menghambat aktivitas pengiriman minyak internasional.

Situasi tersebut juga mendorong kenaikan harga energi global setelah meningkatnya ketegangan perang antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran. Menurut Nasser, pembukaan kembali jalur pelayaran tidak otomatis membuat pasar energi kembali normal.

“Kami memiliki tujuan sederhana: menjaga aliran energi tetap berjalan bahkan ketika sistem berada di bawah tekanan,” kata Nasser. “Membuka kembali jalur pelayaran tidak sama dengan menormalkan pasar yang telah kehilangan sekitar satu miliar barel minyak,” lanjutnya.

Ia menilai hilangnya sekitar 1 miliar barel minyak telah memberikan dampak besar terhadap keseimbangan pasar global. Nasser juga menyoroti rendahnya cadangan minyak dunia saat ini.

Nasser menyebut kurangnya investasi dalam sektor energi selama bertahun-tahun semakin memperburuk tekanan terhadap pasokan global. Aramco menggunakan East-West Pipeline guna menghindari jalur Selat Hormuz dan mengirim minyak mentah menuju Laut Merah untuk menjaga distribusi minyak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....