Mayor Jenderal (Purn) Mahidin Simbolon Bertemu dengan PM Xanana

  • 04 Mei 2026 17:41 WIB
  •  Jakarta

RRI.CO.ID, Jakarta - Mayor Jenderal Purnawirawan Tentara Nasional Indonesia (TNI), Mahidin Simbolon, bertemu dan bersilaturahmi dengan Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmão, di Hotel Kempinski, Jakarta, Indonesia, Sabtu, 2 Mei 2026 kemarin. Pertemuan dan silaturahmi PM Xanana dengan Mahidin Simbolon ini terjadi setelah 34 tahun tidak pernah bertemu, sejak tahun 1992 hingga 2026.

Dalam sejarah Timor-Leste pada masa pendudukan Indonesia, hubungan antara Mahidin Simbolon dan Xanana Gusmão sangatlah kontroversial. Hal ini dikarenakan Mahidin Simbolon adalah perwira Tentara Nasional Indonesia (TNI) dari Komando Pasukan Khusus (Kopassus) yang terlibat langsung dalam operasi militer di Timor-Leste hingga penangkapan Xanana Gusmão pada tahun 1992, dan kemudian ia dipromosikan menjadi Kolonel.

“Akhirnya bisa bertemu lagi. Beliau juga sudah tua. Dulu beliau berpangkat Letnan Kolonel. Pada tahun 1992, saya bersembunyi di rumah Mana Aliança Araújo di Lahane. Saat itu, Letnan Kolonel tersebut bersama sejumlah pasukan Kopassus datang ke sana dan menangkap saya, lalu membawa saya ke markas mereka. Karena saya tidak berpakaian, mereka memakaikan baju kepada saya," cerita PM Xanana, melalui keterangan tertulis yang diterima RRI, Senin, 4 Mei 2026.

"Selama beberapa hari di sana beliau melihat-lihat kondisi saya, kemudian membawa saya ke Bali, Jakarta, dan melakukan interogasi sebelum akhirnya saya dipulangkan kembali. Itu artinya, kami sebenarnya sudah saling kenal sejak hari penangkapan saya di Lahane,” lanjut PM Xanana.

Mahidin Simbolon meminta untuk dapat bertemu dengan Xanana Gusmão melalui perantara Duta Besar Timor-Leste untuk Indonesia, Roberto Soares, dan Duta Besar Indonesia untuk Belanda, Laurentius Amrih Jinangkung, saat berlangsungnya negosiasi resmi putaran ketiga mengenai Delimitasi Batas Maritim antara Timor-Leste dan Indonesia di Singapura.

Mayor Jenderal Purnawirawan Tentara Republik Indonesia (TNI), Mahidin Simbolon (kanan), bertemu dan bersilaturahmi dengan Perdana Menteri (PM), Kay Rala Xanana Gusmão (kiri), di Hotel Kempinski, Jakarta. (Foto : Istimewa)

“Mahidin Simbolon mendengar bahwa saya transit di Jakarta, maka ia meminta kepada Duta Besar Roberto Soares agar diperbolehkan menemui saya. Di Singapura saya juga bertemu dengan Duta Besar Indonesia, beliau juga mantan militer yang dulu pernah mengantar saya dari Semarang ke Cipinang. Melalui komunikasi merekalah akhirnya pertemuan ini bisa terlaksana,” tutur Xanana Gusmão dengan gembira.

Dalam pertemuan tersebut, mereka membicarakan masa lalu. Mahidin Simbolon masih mengingat banyak tempat di Timor, dan mereka berkomunikasi menggunakan bahasa Tetun. Namun, semua itu sudah menjadi sejarah. Meskipun semua orang pernah mengalami penderitaan, kini mereka yang dulu terlibat langsung dalam konflik pun sepakat untuk membiarkan masa lalu berlalu, agar tidak ada lagi rasa sakit hati atau kebencian di kemudian hari.

“Semua ini dijalani dengan semangat persahabatan. Hari ini jika kita mengingat kembali kenangan masa lalu, ada yang melakukan ini, ada yang melakukan itu, rasanya seperti saling memaafkan sehingga membuat hati menjadi tenang dan senang. Itulah makna pertemuan kita hari ini,” tambah Xanana Gusmão.

Sejak kemerdekaan, Xanana Gusmão selalu berupaya membangun pendekatan rekonsiliasi dengan Indonesia, termasuk dengan para mantan pemimpin militer Indonesia. Sebagai contoh, pasca konflik, Xanana Gusmão telah bertemu dan menjalin hubungan diplomatik dengan tokoh-tokoh seperti Wiranto, Prabowo, serta pemimpin militer Indonesia lainnya.

Hal ini merupakan bagian dari politik rekonsiliasi antara Timor-Leste dan Indonesia yang diprakarsai langsung oleh Xanana Gusmão. Pertemuan ini didampingi oleh Wakil Perdana Menteri, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Menteri Pariwisata dan Lingkungan, Francisco Kalbuadi Lay, Duta Besar Roberto Soares, serta Atase Pertahanan Timor-Leste di Indonesia, Kolonel Renilde Guterres Cortereal e Silva.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....