Sekjen PBB Sambut Pembicaraan AS-Iran, Serukan Itikad Baik

  • 11 Apr 2026 15:29 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Antonio Guterres menyambut pembicaraan AS-Iran yang dimediasi Pakistan dan menyerukan keterlibatan dengan itikad baik untuk meredakan ketegangan.
  • Juru bicara PBB Stephane Dujarric menyebut pertemuan akan digelar di Islamabad, sementara utusan Jean Arnault berada di kawasan guna mendukung diplomasi.
  • Wakil Presiden AS JD Vance menuju Islamabad bersama Steve Witkoff dan Jared Kushner untuk menghadiri pembicaraan di tengah gencatan senjata dua minggu.

RRI.CO.ID, New York — Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut rencana pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang dimediasi oleh Pakistan. Ia mendesak kedua pihak untuk terlibat secara konstruktif guna mencegah eskalasi lebih lanjut, Jumat, 11 April 2026.

Juru bicara PBB, Stephane Dujarric, mengatakan pembicaraan tersebut dijadwalkan berlangsung pada akhir pekan di Islamabad. Menurutnya, Guterres menyerukan para pihak untuk memanfaatkan peluang diplomatik tersebut, dilansir dari Anadolu.

“Sekretaris Jenderal menyambut pembicaraan AS-Iran yang dimediasi oleh Pakistan dan dijadwalkan dimulai di Islamabad pada akhir pekan,” kata juru bicara PBB, Stephane Dujarric, kepada wartawan.

Ia juga mendorong keterlibatan dengan itikad baik menuju kesepakatan yang komprehensif dan berkelanjutan. Ia menambahkan bahwa langkah tersebut bertujuan meredakan ketegangan serta mencegah permusuhan lebih lanjut.

Guterres juga menekankan pentingnya de-eskalasi sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas kawasan. Dujarric menyebut utusan pribadi Guterres, Jean Arnault, masih berada di kawasan untuk mendukung upaya diplomatik yang sedang berlangsung.

Kehadiran utusan tersebut diharapkan membantu memperkuat komunikasi antar pihak. Pembicaraan tersebut berlangsung di tengah gencatan senjata dua minggu yang dinilai masih rapuh antara Washington dan Teheran.

Kesepakatan tersebut diumumkan untuk membuka ruang diplomasi setelah beberapa pekan ketegangan meningkat. Wakil Presiden Amerika Serikat JD Vance dilaporkan berangkat dari Washington untuk menghadiri pembicaraan di Islamabad.

Ia didampingi utusan khusus Steve Witkoff. Selain itu, penasihat Jared Kushner juga ikut serta setelah sebelumnya terlibat dalam kontak tidak langsung dengan pejabat Iran.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....