Trump Akan Gelar Pertemuan Board of Peace Bahas Gaza
- 19 Feb 2026 14:41 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington — Presiden Donald Trump mengumpulkan anggota Board of Peace untuk pertemuan perdana yang melibatkan perwakilan dari lebih dari dua lusin negara. Sementara itu, banyak negara lain hadir sebagai pengamat, dialnsir dari NPR, Kamis, 19 Februari 2026.
Pertemuan ini berfokus pada upaya rekonstruksi Gaza yang hancur akibat perang. Pertemuan juga membahas pembentukan pasukan stabilisasi internasional di tengah kondisi gencatan senjata yang masih rapuh.
Donald Trump menyatakan bahwa anggota dewan telah menjanjikan dana sebesar 5 miliar dolar (Rp84,5 triliun) untuk rekonstruksi. Jumlah tersebut masih jauh dari perkiraan kebutuhan sekitar 70 miliar dolar (Rp1,1 kuadriliun).
Negara-negara anggota juga diharapkan mengumumkan komitmen pengiriman ribuan personel untuk mendukung keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut. Board of Peace merupakan bagian dari rencana perdamaian 20 poin Trump untuk mengakhiri konflik Gaza.
Sejak gencatan senjata pada Oktober, visi terhadap dewan ini diperluas sehingga tidak hanya berfokus pada perdamaian antara Israel dan Hamas. Dewan juga diproyeksikan berpotensi membantu penyelesaian konflik di berbagai kawasan dunia.
Langkah ini memicu kekhawatiran bahwa inisiatif tersebut dapat menjadi pesaing bagi Perserikatan Bangsa-Bangsa. Namun Donald Trump mengatakan ia berharap dewan justru mendorong PBB untuk bertindak lebih efektif.
Lebih dari 40 negara dan Uni Eropa mengonfirmasi kehadiran mereka. Jerman, Italia, Norwegia, dan Swiss termasuk di antara negara yang hadir sebagai pengamat.
Pada saat yang sama, Dewan Keamanan PBB mengadakan pertemuan di New York. Pertemuan tersebut bertujuan untuk membahas gencatan senjata dan perkembangan situasi di wilayah Palestina.
Isu penting lain yang dibahas adalah pembentukan pasukan stabilisasi bersenjata untuk menjaga keamanan. Pasukan ini juga bertujuan memastikan pelucutan senjata Hamas, yang menjadi tuntutan utama Israel dalam kerangka gencatan senjata.
Sejauh ini hanya Indonesia yang memberikan komitmen tegas untuk berpartisipasi dalam pasukan tersebut. Presiden Indonesia Prabowo Subianto menyatakan kesiapan bekerja sama dengan negara-negara Islam lain untuk mendorong tercapainya perdamaian abadi di Palestina.
Banyak negara berharap inisiatif ini dapat membantu memusatkan perhatian Amerika Serikat pada upaya stabilisasi dan masa depan Gaza. Inisiatif tersebut juga diharapkan mendorong langkah konkret menuju perdamaian yang lebih berkelanjutan di kawasan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....