Indonesia Serukan Kolektivitas Dunia Islam Hadapi Dinamika Geopolitik
- 08 Feb 2026 15:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Kairo - Indonesia menyerukan pentingnya semangat kolektivitas dunia Islam dalam menghadapi dinamika geopolitik global dan melemahnya tata kelola dunia. Kata Wamenlu RI, Anis Matta dalam seminar yang diselenggarakan Al Hewar Center for Political and Media Studies bekerja sama dengan KBRI Kairo, Rabu, 4 Februari 2026 di Kairo, Mesir.
Ia memaparkan perjalanan Indonesia membangun jati diri kebangsaan melalui Pancasila, yang berlandaskan nilai agama, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial. “Proses tersebut telah membentuk Indonesia sebagai negara Muslim yang demokratis, modern, dan stabil, serta mampu berkontribusi di tingkat regional dan global,” ujarnya.
“Nilai-nilai Pancasila relevan untuk ditawarkan kepada dunia Islam. Di tengah transisi global yang ditandai konflik, ketidakpastian, dan kekacauan sistemik," ucapnya menambahkan.
Wamenlu Anis juga menyoroti fragmentasi di dunia Islam serta menurunnya kepercayaan terhadap tata kelola global. Menurutnya berbagai hal itu memerlukan solusi berbasis kebersamaan, kemitraan, dan kemandirian strategis.
“Indonesia, sebagai negara dengan komunitas Muslim terbesar yang demokratis, stabil, dan memiliki otonomi strategis. Siap membangun kemitraan dalam menghadapi berbagai tantangan dunia Islam,” ujar Wamenlu Anis saat menghadiri seminar yang mengusung tema “Indonesia and Integration into the Islamic World: New Roadmap” ini.
Sementara, seminar tersebut mendapat respons positif dari peserta yang terdiri atas akademisi dan praktisi diplomasi Mesir. Para peserta menilai Indonesia memiliki potensi besar untuk memperkuat integrasi dunia Islam, dengan Mesir sebagai mitra strategis dan pusat untuk menjangkau kawasan Afrika dan kawasan dunia Islam lainnya.
Seminar menghasilkan sejumlah rekomendasi, antara lain penguatan kerja sama antar–think tank, kolaborasi media dan penerjemahan. Yaitu, untuk mempromosikan narasi positif Islam Indonesia serta kerja sama Selatan–Selatan, dan fasilitasi pertemuan bisnis di sela kunjungan kenegaraan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....