Pemkot Surabaya Tuntaskan 9.077 Aduan melalui Hotline Cak Eri

  • 17 Jul 2026 16:22 WIB
  •  Surabaya

RRI.CO.ID, Surabaya - Program pengaduan masyarakat melalui Hotline Cak Eri terus dimanfaatkan warga Surabaya untuk menyampaikan berbagai persoalan pelayanan publik. Sejak diluncurkan pada 11 Mei hingga 16 Juli 2026, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menerima 9.217 laporan dengan mayoritas berkaitan dengan parkir.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto mengatakan, jumlah pengaduan sempat tinggi saat awal peluncuran, menurun pada Juni, lalu kembali meningkat sejak akhir Juni hingga pertengahan Juli.

"Fluktuasinya di awal ketika 11 Mei itu tinggi, lalu mengalami penurunan di bulan Juni. Tapi akhir Juni sampai Juli luar biasa bahkan sampai di atas 300-an sehari. Karena memang eksekusinya kita harus 1x24 jam," ujar Eddy, Jumat, 17 Juli 2026.

Menurut Eddy, meningkatnya jumlah laporan menunjukkan semakin banyak masyarakat memanfaatkan kanal pengaduan untuk menyampaikan persoalan di lingkungan mereka. Setiap laporan yang masuk juga dipantau langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meski tidak seluruhnya dibalas secara pribadi.

"Jadi hotline yang disampaikan oleh warga kepada kami itu dibaca oleh Pak Wali. Cuma mungkin Pak Wali tidak menjawab langsung, tapi itu langsung diteruskan kepada teman-teman PD, sehingga insyaallah itu akan dieksekusi," katanya.

Eddy menjelaskan, tidak adanya balasan langsung dari Wali Kota bukan berarti laporan diabaikan. Menurutnya, seorang wali kota tidak mungkin membalas 300 hingga 400 pesan WhatsApp setiap hari karena membutuhkan waktu yang panjang.

Seluruh aduan diproses sesuai kategori dan diteruskan kepada perangkat daerah terkait untuk ditindaklanjuti. Pengaduan seperti jalan berlubang maupun parkir non-tunai langsung dieksekusi oleh dinas terkait disertai laporan hasil penanganan.

"Misalnya jalan berlubang, terus yang sering itu parkir non-tunai, itu langsung teman-teman di Dishub melakukan eksekusi dan memberikan laporan balik di hotline. Sehingga kita tahu sudah dieksekusi, fotonya ada, tanggal berapa itu sudah dilakukan," ujarnya.

Eddy kembali menegaskan, ketika laporan tidak dibalas langsung oleh Wali Kota, aduan tersebut tetap diteruskan dan ditangani petugas di lapangan. "Jadi ketika tidak dibalas, insyaallah langsung dieksekusi oleh teman-teman di lapangan," katanya.

Hingga 16 Juli 2026, sebanyak 9.077 laporan telah diselesaikan dari total 9.217 aduan yang diterima. Sekitar 103 laporan lainnya masih dalam proses penanganan karena baru masuk sehari sebelumnya dan masih berada dalam target penyelesaian maksimal 1x24 jam.

"103 laporan itu insyaallah akan dieksekusi oleh teman-teman dinas hari ini, dan insyaallah hari ini tuntas, besok tinggal laporannya sudah nol," ujar Eddy.

Berdasarkan data Dinkominfo Surabaya, pengaduan terbanyak berkaitan dengan parkir sebanyak 1.442 laporan. Disusul persoalan lalu lintas, kemacetan, dan pedagang kaki lima (PKL) sebanyak 823 laporan serta bidang pendidikan 817 laporan yang meningkat selama pelaksanaan SPMB 2026.

Kategori lainnya meliputi persoalan sosial kemasyarakatan sebanyak 715 laporan, infrastruktur jalan 542 laporan, gangguan ketenteraman dan ketertiban umum (trantibum) 421 laporan, fasilitas umum dan sosial 385 laporan, ketenagakerjaan 367 laporan, serta drainase atau saluran sebanyak 355 laporan.

Selain melalui perangkat daerah, Wali Kota Eri Cahyadi juga turun langsung menangani persoalan yang membutuhkan perhatian khusus, seperti di Jalan Nias, Tambak Wedi, dan Sambikerep. "Jadi untuk hal yang sifatnya perlu, itu beliau (Wali Kota) akan turun," kata Eddy.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....