Cilacap Mulai Uji Coba Smart Dropbox untuk Sampah Plastik

  • 17 Jul 2026 15:00 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap: Pemerintah Kabupaten Cilacap mulai menguji penerapan Smart Dropbox, sistem pengumpulan sampah plastik berbasis teknologi digital yang ditujukan untuk mendorong pengelolaan sampah dari kawasan pesisir sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat nelayan.

Peluncuran program berlangsung di Pantai Menganti Kecamatan Kesugihan, Jumat (17/7/2026) hasil kolaborasi Pemerintah Kabupaten Cilacap bersama Konsorsium SOLUSI yang terdiri atas GIZ Indonesia, Landscape Alliance, Yayasan KEHATI, dan SNV Indonesia, dengan dukungan Bappenas.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Cilacap, Achmad Nurlaeli, mengatakan, inovasi tersebut hadir pada momentum penting ketika pemerintah mulai mengakhiri praktik pengelolaan sampah secara open dumping. “Mulai 1 Agustus 2026, tempat pemrosesan akhir tidak lagi menggunakan sistem open dumping. Karena itu, pemilahan sampah sejak dari sumber menjadi langkah yang sangat penting,” ujarnya.

Menurut Nurlaeli, sampah organik sebaiknya diolah di tingkat rumah tangga maupun bank sampah menjadi kompos atau pakan maggot, sedangkan sampah anorganik, khususnya plastik, dipilah agar dapat didaur ulang atau disalurkan kepada pihak pengolah. Ia menilai kehadiran Smart Dropbox dapat memperkuat upaya tersebut karena mendorong masyarakat membiasakan memilah sampah sejak awal sebelum masuk ke tempat pembuangan akhir.

Smart Dropbox sendiri merupakan fasilitas penampungan sampah yang dilengkapi sistem digital untuk mencatat setiap setoran secara real time. Sampah plastik yang telah dipilah akan dipindai, ditimbang, dan datanya langsung terhubung dengan pengelola bank sampah. Nilai sampah yang disetorkan kemudian dikonversi menjadi tabungan kolektif komunitas nelayan yang selanjutnya dapat dimanfaatkan sebagai subsidi pembelian BBM jenis Pertalite untuk mendukung aktivitas melaut.

Kepala Bappeda Kabupaten Cilacap Imam Jauhari, dalam keterangan tertulisnya, mengatakan inovasi tersebut dipilih karena sesuai dengan karakteristik wilayah pesisir Cilacap yang memiliki tantangan besar dalam pengelolaan sampah plastik.

“Cilacap memiliki tantangan yang cukup spesifik. Sampah plastik di kawasan pesisir mudah terbawa ke laut sebelum sempat dikelola. Uji coba Smart Dropbox kami pandang sebagai pendekatan yang realistis karena titik pengumpulannya berada dekat dengan aktivitas nelayan dan masyarakat pesisir,” katanya.

Uji coba dilakukan di kawasan Pantai Menganti dan Warung Pinggir Kali (WPK), Desa Bunton, yang berada di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) Serayu. Lokasi tersebut dipilih karena menjadi titik yang rentan terhadap kebocoran sampah plastik menuju laut.

Program ini melibatkan Bank Sampah Winong Sejati dan Bank Sampah Berkah Mandiri sebagai mitra pelaksana. Keberhasilannya akan diukur melalui peningkatan jumlah nasabah, volume sampah yang terkumpul, tingkat partisipasi masyarakat, hingga berkurangnya sampah plastik yang masuk ke perairan.

Melalui uji coba tersebut, Pemerintah Kabupaten Cilacap berharap pengelolaan sampah tidak lagi hanya berorientasi pada pengurangan limbah, tetapi juga mampu menghadirkan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjaga ekosistem pesisir secara berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....