Kubu Raya Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Karhutla Bersama TNI-Polri

  • 16 Jul 2026 14:38 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Kubu Raya – Pemerintah Kabupaten Kubu Raya terus memperkuat sinergi bersama TNI, Polri, dunia usaha, dan masyarakat dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Komitmen tersebut ditunjukkan melalui Apel Siaga Menghadapi Karhutla Tahun 2026 yang dipimpin Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, di Halaman Kantor Bupati Kubu Raya, Kamis, 16 Juli 2026.

Bupati Kubu Raya, Sujiwo, menegaskan bahwa kehadiran Pangdam XII/Tanjungpura beserta jajaran menjadi suntikan semangat bagi seluruh personel yang terlibat dalam upaya pencegahan dan penanggulangan karhutla.

"Atas nama pemerintah dan masyarakat Kabupaten Kubu Raya saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Pangdam XII/Tanjungpura yang hadir langsung dan menjadi inspektur apel kesiapsiagaan karhutla. Kehadiran beliau bersama TNI, Polri, Danlanud, Satbrimob, damkar swasta, dan Masyarakat Peduli Api (MPA) menjadi bukti nyata keseriusan kita bersama dalam melawan kebakaran hutan dan lahan," ujar Sujiwo.

Menurutnya, hingga pertengahan Juli, meski Kubu Raya telah mengalami puluhan hari tanpa hujan, enam titik kebakaran yang muncul berhasil dikendalikan berkat kerja sama seluruh unsur di lapangan.

Sujiwo mengingatkan bahwa dampak karhutla sangat luas, mulai dari meningkatnya kasus infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), terganggunya aktivitas pendidikan akibat kabut asap, hingga terhambatnya aktivitas ekonomi dan transportasi udara. Karena itu, ia menekankan pentingnya langkah preventif dan kesiapsiagaan sejak dini.

Sementara itu, Pangdam XII/Tanjungpura, Mayjen TNI Novi Rubadi Sugito, mengatakan apel siaga dilakukan sebagai bentuk pengecekan kesiapan seluruh personel menghadapi musim kemarau yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

Ia mengapresiasi inisiatif Pemerintah Kabupaten Kubu Raya yang telah mengoordinasikan seluruh unsur, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, perusahaan pemilik lahan hingga relawan Masyarakat Peduli Api.

"Kondisi cuaca yang semakin kering, ditambah karakteristik lahan gambut di Kalimantan Barat, membuat potensi karhutla cukup tinggi. Karena itu masyarakat harus lebih disiplin, tidak membakar lahan atau sampah sembarangan, serta segera melapor apabila menemukan titik api agar dapat segera ditangani," ujarnya.

Pangdam juga menyebut tren kejadian karhutla di Kalimantan Barat saat ini cenderung menurun dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Namun demikian, seluruh pihak diminta tetap waspada agar kebakaran tidak berkembang menjadi bencana yang lebih besar. (DiskominfoKKR/IKP)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....