Wagub Jateng: TMMD Harus Percepat Pengentasan Kemiskinan dan Pembangunan Desa

  • 16 Jul 2026 11:12 WIB
  •  Purwokerto

RRI.CO.ID, Cilacap - Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) harus menjadi penggerak percepatan pembangunan desa sekaligus berkontribusi terhadap pengentasan kemiskinan melalui kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat.

Pesan tersebut disampaikan saat membuka TMMD Sengkuyung Tahap III Tahun Anggaran 2026 dan TMMD Reguler ke-129 di Desa Bingkeng, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap, Rabu (15/7/2026).

Kegiatan dihadiri Plt. Bupati Cilacap Ammy Amalia Fatma Surya, jajaran Forkopimda, Dandim 0703/Cilacap, Kapolresta Cilacap, kepala OPD Provinsi Jawa Tengah dan Kabupaten Cilacap, pemerintah desa, serta berbagai elemen masyarakat.

Menurut Taj Yasin, selama 45 tahun TMMD telah menjadi contoh nyata kemanunggalan TNI dan rakyat dalam menghadirkan pembangunan hingga pelosok desa.

“TMMD merupakan wujud nyata kolaborasi antara TNI, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mempercepat pembangunan desa. Program ini telah terbukti memberikan manfaat bagi masyarakat selama puluhan tahun,” ujarnya.

Ia mengatakan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengalokasikan dukungan anggaran sebesar Rp33,2 miliar untuk pelaksanaan TMMD tahun 2026 di seluruh kabupaten dan kota.

Di Kabupaten Cilacap, TMMD akan berlangsung selama satu bulan, mulai 15 Juli hingga 13 Agustus 2026. Program tersebut mencakup pembangunan jalan sepanjang 800 meter, talud sepanjang 120 meter, serta satu unit jembatan.

Selain pembangunan infrastruktur, TMMD juga melaksanakan rehabilitasi dua rumah tidak layak huni melalui dukungan CSR, penanaman 1.000 pohon, serta berbagai kegiatan pemberdayaan masyarakat, seperti pelayanan kesehatan, keluarga berencana, penyuluhan pencegahan stunting, bahaya narkoba, wawasan kebangsaan, hingga pelatihan kewirausahaan dan budidaya perikanan.

Total anggaran sasaran fisik mencapai Rp746 juta yang berasal dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp246 juta dan APBD Kabupaten Cilacap sebesar Rp500 juta. Sementara rehabilitasi rumah tidak layak huni didukung dana CSR sebesar Rp30 juta.

Taj Yasin meminta agar pelaksanaan TMMD tidak berhenti pada pembangunan fisik semata, tetapi mampu mendukung program prioritas pemerintah, seperti ketahanan pangan, penyediaan air bersih, penurunan stunting, serta peningkatan kualitas hidup masyarakat desa.

“Saya optimistis TMMD akan memberikan kontribusi nyata bagi desa sekaligus mendukung target pembangunan Jawa Tengah, termasuk menurunkan angka kemiskinan menjadi 8,53 hingga 8,70 persen dan mendorong pertumbuhan ekonomi 5 sampai 6 persen menuju Indonesia Emas 2045,” katanya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....