Sidak RSUD Soewandhie, Wali Kota Eri Benahi Antrean, Farmasi, dan IGD
- 15 Jul 2026 18:16 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus menyempurnakan pelayanan di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie. Perbaikan difokuskan pada sistem antrean, layanan farmasi, hingga kapasitas Instalasi Gawat Darurat (IGD) guna meningkatkan kenyamanan masyarakat.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, evaluasi pertama menyasar sistem pendaftaran online. Pemkot akan memberikan penanda khusus bagi pasien yang telah mendaftar secara daring agar tidak terjadi penumpukan di ruang tunggu.
Eri menjelaskan, pasien baru diperbolehkan masuk ke area rumah sakit maksimal 30 menit sebelum jadwal pelayanan yang tertera pada sistem pendaftaran. Misalnya, pasien dengan jadwal pukul 09.00–09.20 WIB dapat masuk mulai pukul 08.30 WIB.
"Kalau datang terlalu pagi, silakan menunggu di ruang tunggu luar agar di dalam rumah sakit tidak penuh," ujarnya, Rabu, 15 Juli 2026.
Pemkot juga mengatur pelayanan bagi pasien yang belum mendaftar secara online. Eri meminta pasien tanpa pendaftaran daring datang mulai pukul 11.00 WIB agar tidak mengganggu antrean pasien yang telah memiliki jadwal.
Bagi pasien yang datang lebih awal tanpa nomor antrean, rumah sakit akan menyediakan ruang tunggu khusus lengkap dengan petunjuk informasi agar masyarakat memahami alur pelayanan.
Selain sistem antrean, Eri mengevaluasi layanan farmasi. Ia meminta penambahan petugas agar proses penyerahan obat lebih cepat. Untuk obat nonracikan, pelayanan ditargetkan maksimal 15 menit, sedangkan obat racikan maksimal 30 menit.
"Lebih dari 15 menit obat nonracikan, rumah sakit wajib membayar kompensasi Rp50 ribu. Untuk obat racikan maksimal 30 menit," tegasnya.
Eri juga menyoroti keterbatasan kapasitas tempat tidur di IGD. Jika seluruh tempat tidur telah terisi, pasien akan dirujuk ke rumah sakit lain yang masih memiliki kapasitas agar tidak menunggu di lorong rumah sakit.
Untuk meningkatkan transparansi, RSUD Soewandhie akan memasang monitor informasi ketersediaan kamar sehingga masyarakat dapat mengetahui kondisi ruang perawatan secara langsung.
Di akhir sidak, Eri meminta manajemen RSUD Soewandhie segera berbenah dan memastikan pelayanan kepada seluruh pasien, termasuk peserta BPJS, semakin cepat dan berkualitas.
"Kepada RSUD Dr. Soewandhie, saya minta tolong jangan sampai saya sidak lagi. Kami ingin warga Surabaya, walaupun memakai BPJS, tetap mendapatkan pelayanan yang baik," tegasnya.
Eri juga mengapresiasi warga yang aktif menyampaikan laporan melalui hotline. Menurutnya, pengawasan masyarakat menjadi bagian penting dalam mendorong peningkatan kualitas pelayanan publik di Kota Surabaya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....