Kaimana Kembangkan Komoditas Pala Perkuat Ekonomi Masyarakat
- 13 Jul 2026 19:34 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Pemerintah Kabupaten Kaimana terus memperkuat pengembangan komoditas pala sebagai salah satu sektor unggulan daerah. Melalui program pertanian skala besar, pemerintah menargetkan komoditas rempah tersebut mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekaligus menjadikan Kaimana sebagai salah satu sentra pala nasional dalam beberapa tahun mendatang.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Peternakan (DKPPP) Kabupaten Kaimana, Alexander Furay, mengatakan pengembangan pala telah menjadi program strategis pemerintah daerah dan dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai wilayah penghasil pala.
Menurutnya, hingga saat ini luas areal tanaman pala di Kabupaten Kaimana telah mencapai sekitar 13.000 hektare, dengan hampir separuhnya telah memasuki masa produksi.
"Pengembangan pala ini memang dilakukan dalam skala besar dan berjalan rutin sampai sekarang. Dari luas area yang ada, sebagian besar sudah mulai menghasilkan," ujar Alexander saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menjelaskan, produksi pala Kabupaten Kaimana selama dua tahun terakhir diperkirakan mencapai sekitar 1.000 ton atau setara satu juta kilogram. Jumlah tersebut dinilai cukup besar dan menunjukkan potensi sektor perkebunan sebagai salah satu penggerak ekonomi masyarakat.
Alexander mengatakan, dengan harga pala yang berkisar antara Rp30.000 hingga Rp40.000 per kilogram, nilai transaksi yang beredar dari komoditas tersebut diperkirakan mencapai Rp40 miliar hingga Rp60 miliar setiap tahun.
"Kalau dihitung sederhana, satu juta kilogram dikalikan harga rata-rata Rp40 ribu, maka uang yang beredar bisa mencapai sekitar Rp40 sampai Rp60 miliar. Itu merupakan aliran uang dari luar daerah yang masuk langsung ke masyarakat," jelasnya.
Meski demikian, ia mengakui kontribusi sektor pala terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) masih belum dapat dihitung secara optimal. Hal tersebut disebabkan belum maksimalnya mekanisme penarikan retribusi maupun pajak dari aktivitas perdagangan pala.
Namun, menurut Alexander, manfaat ekonomi komoditas pala sudah dirasakan secara langsung oleh masyarakat melalui meningkatnya aktivitas jual beli, distribusi, serta pengiriman hasil panen ke berbagai daerah di Indonesia.
Ia menambahkan, pemerintah daerah terus memperkuat berbagai program pendukung, termasuk pengembangan kawasan perkebunan rakyat dan pembangunan ekonomi kampung melalui program Satu Miliar Satu Kampung (Samisaka) agar produksi pala terus meningkat.
Alexander optimistis, apabila program tersebut dijalankan secara konsisten, Kabupaten Kaimana memiliki peluang besar menjadi salah satu sentra pala nasional pada periode 2030 hingga 2035.
"Proyeksinya sangat memungkinkan jika program berjalan konsisten. Saat ini berdasarkan data nasional, luas area dan produksi pala Kaimana sudah berada pada posisi tiga hingga empat terbesar di Papua Barat," ungkapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....