Daniel Irto Batto Ajak Warga Optimalkan Kapal Perintis Bersubsidi Pemerintah
- 13 Jul 2026 19:36 WIB
- Kaimana
RRI.CO.ID, Kaimana – Pemerintah Kabupaten Kaimana melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menegaskan bahwa pemanfaatan kapal perintis tidak hanya sebagai sarana transportasi penumpang, tetapi juga harus menjadi penggerak ekonomi masyarakat kampung melalui distribusi hasil produksi lokal.
Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Kaimana, Daniel Irto Batto, menyusul hasil evaluasi operasional kapal perintis selama tiga bulan terakhir yang menunjukkan pemanfaatan kapal masih didominasi oleh penumpang tanpa disertai pengangkutan hasil produksi masyarakat.
Menurut Daniel, kondisi tersebut belum sejalan dengan tujuan utama penyelenggaraan layanan kapal perintis yang disubsidi pemerintah untuk memperkuat perekonomian masyarakat di wilayah terpencil.
"Kapal ini jangan hanya membawa orang saja. Setelah kami evaluasi, kebanyakan penumpang hanya bepergian tanpa membawa hasil ekonomi dari kampung. Padahal tujuan utama kapal perintis adalah meningkatkan perekonomian masyarakat," ujarnya.
Ia menjelaskan, konsep dasar penyelenggaraan kapal perintis adalah membuka akses distribusi barang dari kampung menuju kota maupun sebaliknya. Dengan adanya akses transportasi yang terjangkau, masyarakat diharapkan dapat memasarkan hasil pertanian, perikanan, perkebunan, maupun berbagai produk unggulan lokal secara berkelanjutan.
Menurutnya, keberadaan kapal perintis harus mampu menjadi mata rantai distribusi yang menghubungkan sentra-sentra produksi di kampung dengan pasar di ibu kota kabupaten sehingga mampu meningkatkan pendapatan masyarakat.
"Marwah kapal perintis sebenarnya untuk mendorong ekonomi kampung. Masyarakat harus bisa membawa hasil produksi secara terus-menerus, bukan hanya ramai di awal lalu kosong di bulan berikutnya," katanya.
Daniel menegaskan, pemerintah telah memberikan subsidi penuh terhadap operasional kapal perintis sehingga masyarakat tidak dibebani biaya transportasi.
Seluruh penumpang, termasuk petani, nelayan, maupun pelaku usaha mikro yang membawa hasil produksinya, dapat memanfaatkan layanan tersebut tanpa dikenakan biaya tiket maupun ongkos pengangkutan barang.
"Layanan ini gratis karena disubsidi pemerintah. Tidak ada biaya tiket penumpang maupun ongkos barang. Tujuannya agar masyarakat lebih mudah menjual hasilnya dan kebutuhan kampung bisa terpenuhi," jelasnya.
Selain mendukung aktivitas ekonomi, keberadaan kapal perintis juga memiliki peran strategis dalam meningkatkan pelayanan dasar masyarakat. Kapal menjadi sarana penting bagi warga untuk mengakses layanan pendidikan, kesehatan, serta mendukung distribusi bahan pokok dan kebutuhan lainnya ke berbagai kampung di wilayah Kabupaten Kaimana.
Untuk menjamin kelancaran pelayanan, Dinas Perhubungan Kabupaten Kaimana secara rutin menyusun dan mengumumkan jadwal pelayaran kepada masyarakat. Namun demikian, pelaksanaan pelayaran tetap mengutamakan aspek keselamatan dengan menyesuaikan kondisi cuaca dan rekomendasi dari otoritas pelabuhan.
"Jika ada peringatan gelombang tinggi dari pihak pelabuhan, maka jadwal keberangkatan akan disesuaikan demi keselamatan pelayaran," tegas Daniel.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....