Ancaman Karhutla Meningkat, Debit Air di Ring 1 Bandara Syamsudin Noor Turun

  • 11 Jul 2026 08:36 WIB
  •  Banjarmasin

RRI.CO.ID, Banjarbaru - Penurunan debit air di sejumlah embung dan sumber air di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor menjadi sinyal meningkatnya ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Selatan. Hasil pemantauan menunjukkan debit air menyusut cukup signifikan, berkisar antara satu hingga satu setengah meter seiring puncak musim kemarau.

Kepala Bidang Penanganan Bencana Sosial Dinas Sosial Provinsi Kalimantan Selatan, Achmadi, mengatakan pemantauan dilakukan bersama BPBD, Manggala Agni, Balai Wilayah Sungai (BWS) Kalimantan II, dan Taruna Siaga Bencana (Tagana). Terhadap sejumlah embung dan sumber air di kawasan Ring 1 Bandara Syamsudin Noor, Golf Ujung, Sawitan, Sungai Tabuk hingga Pramuan Ujung.

"Hasil pemantauan menunjukkan penurunan debit air cukup signifikan, berkisar antara satu hingga satu setengah meter. Di sejumlah lokasi lahan gambut juga mulai terlihat rekahan tanah yang menjadi indikator meningkatnya potensi kebakaran hutan dan lahan," ujar Achmadi di Banjarbaru, Jumat 10 Juli 2026.

Menurutnya, pemantauan kondisi sumber air menjadi bagian dari langkah antisipasi menghadapi musim kemarau yang diperkirakan berlangsung hingga September 2026. Ketersediaan air dinilai sangat penting untuk mendukung operasi pemadaman apabila terjadi karhutla.

Selain memantau sumber air, Dinas Sosial Kalimantan Selatan juga telah mendirikan Posko Siaga Bencana di Banjarbaru, menyiapkan logistik di seluruh kabupaten dan kota. Serta mengaktifkan lumbung sosial di 50 kecamatan dan tiga Kawasan Siaga Bencana (KSB).

Personel Tagana bersama BPBD, Manggala Agni, Dinas Pemadam Kebakaran, dan instansi terkait juga telah melakukan pemadaman serta pembasahan lahan yang terbakar di kawasan Jalan Palam, Banjarbaru. Hal ini sebagai upaya menekan potensi meluasnya kebakaran.

Dinas Sosial mengimbau seluruh pemerintah kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan menghadapi ancaman karhutla. Mengingat sebagian besar wilayah telah mengalami hari tanpa hujan yang berpotensi meningkatkan risiko kebakaran selama puncak musim kemarau.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....