Hari Keluarga Nasional 2026
- 08 Jul 2026 12:04 WIB
- Bukittinggi
RRI.CO.ID, Tanah Datar – Momentum Peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) Tingkat Kabupaten Tanah Datar Tahun 2026 dijadikan sebagai tonggak krusial untuk memperkuat komitmen kolektif seluruh elemen bangsa. Sinergi ini diarahkan guna mengonstruksi ketahanan keluarga yang berkualitas sebagai fondasi primer dalam menyongsong visi besar Indonesia Emas 2045.
Amanat strategis tersebut dilaungkan oleh Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Pusat, Dr. H. Wihaji, S.Ag., M.Pd, yang dibacakan secara khidmat oleh Bupati Tanah Datar Eka Putra saat bertindak sebagai inspektur Upacara Peringatan Harganas di Lapangan Cindua Mato (LCM) Batusangkar.
Dalam draf amanatnya, ditegaskan secara filosofis bahwa keluarga merupakan hulu peradaban sekaligus pilar fundamental pembangunan makro suatu bangsa. Akselerasi pertumbuhan ekonomi, kemajuan pembangunan infrastruktur fisik, hingga lonjakan investasi tidak akan memiliki arti substansial jika tidak ditopang oleh kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang sehat, cerdas, berkarakter, dan lahir dari rahim keluarga yang berkualitas.
"Keluarga bukan sekadar unit terkecil dalam tatanan sosiologis masyarakat. Keluarga adalah hulu peradaban, laboratorium perdana tempat disemainya karakter, moralitas, nilai, dan kualitas manusia Indonesia. Dari lingkungan rumahlah masa depan bangsa ini ditentukan," ujar Bupati Eka Putra membacakan amanat.
Lebih lanjut dipaparkan bahwa Indonesia saat ini tengah dihadapkan pada fluktuasi tantangan global dan fase ketidakpastian (vuca) akibat pergeseran dinamika ekonomi dunia, lompatan teknologi digital, hingga perubahan geopolitik. Kendati demikian, Indonesia menyimpan potensi keuntungan besar melalui momentum bonus demografi yang harus dikonversi secara tepat guna.
Untuk mengaktualisasikan visi ketahanan nasional tersebut, draf cetak biru pembangunan keluarga nasional kini difokuskan pada tiga pilar utama:
- Pilar Pertama (Kesehatan Keluarga): Difokuskan pada percepatan penurunan angka stunting secara komprehensif. Langkah konkrit dilakukan dengan menjamin pemenuhan intervensi gizi spesifik dan sensitif pada fase 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) yang menjadi jendela emas perkembangan kognitif anak.
- Pilar Kedua (Pendidikan Karakter): Mengondisikan rumah tangga sebagai "madrasah pertama" di abad ke-21. Lingkungan keluarga dituntut mampu menanamkan nilai disiplin, integritas, kegigihan, serta kapasitas adaptasi anak dalam merespons penetrasi teknologi mutakhir, termasuk era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence).
- Pilar Ketiga (Kesehatan Mental Keluarga): Mendorong jajaran orang tua untuk menciptakan ekosistem pengasuhan yang hangat, interaktif, dan stabil secara emosional. Proteksi psikologis ini krusial agar anak tumbuh menjadi pribadi yang percaya diri, tangguh, dan memiliki resiliensi tinggi terhadap tekanan zaman.
Di samping ketiga pilar tersebut, Kepala BKKBN RI melalui Bupati Eka Putra memberikan atensi khusus mengenai urgensi keterlibatan figur ayah dalam pola pengasuhan anak (fatherhood). Peningkatan kualitas SDM dipastikan tidak akan mencapai titik optimal apabila beban pengasuhan domestik diletakkan secara timpang hanya pada pundak seorang ibu.
"Ayah harus hadir secara utuh, bukan sebatas pemenuhan kehadiran fisik, melainkan terlibat secara emosional. Anak-anak membutuhkan role model dan sosok ayah yang bersedia mendengarkan, mendampingi, serta menjadi teladan dalam aktivitas keseharian," tegasnya.
Fenomena fatherless—kondisi di mana ayah hadir secara fisik namun absen secara psikologis dalam pengasuhan—diidentifikasi menjadi salah satu pemicu utama timbulnya deviasi perilaku dan persoalan psikososial pada anak. Kerentanan mental ini kian diperparah oleh pola konsumsi gawai (gadget) yang tidak terkendali serta minimnya pengawasan digital dari orang tua.
Merespons ancaman era disrupsi informasi, keluarga diimbau meningkatkan kewaspadaan preventif terhadap bahaya kecanduan gawai, penelantaran emosional, hingga infiltrasi perilaku menyimpang. Menutup amanatnya, Kepala BKKBN mengajak publik menjadikan momentum Harganas yang diperingati setiap 29 Juni ini sebagai ajang evaluasi untuk memperbarui tekad melahirkan generasi masa depan yang religius, sehat, cerdas, dan berkarakter kuat. (Tim IKP)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....